NE

News Elementor

NE

News Elementor

What's Hot

Hutang Kereta Cepat: Warisan Jokowi yang Menguras Kantong Anak Cucu

Table of Content

Oleh:

Didi Irawadi Syamsuddin, S.H., LL.M.

Lawyer, Writer, Politician.

NEWSANTARA.CO — Indonesia akhirnya punya kereta cepat. Tapi sayangnya, yang cepat bukan cuma lajunya — juga pembengkakan biayanya, utangnya, dan klaim keberhasilannya. Dari proyek yang dijanjikan tanpa beban APBN, kini berubah menjadi simbol dari bagaimana ambisi politik bisa menyalip kalkulasi ekonomi dan akuntabilitas publik.

Ketika pertama kali diumumkan, Jokowi menegaskan proyek ini dibiayai penuh oleh BUMN dan investor Tiongkok. Faktanya, biaya melonjak dari sekitar USD 6 miliar menjadi lebih dari USD 8 miliar. Pemerintah akhirnya menyuntik dana negara untuk menutup celah pembiayaan. Inilah ironi dari slogan “tanpa uang rakyat” — sebab pada akhirnya, rakyatlah yang menanggung biaya & bunganya.

Lebih dari 75 persen pendanaan berasal dari pinjaman China Development Bank. Dengan bunga dan tenor panjang, risiko jebakan utang kian nyata. Agus Pambagio sudah memperingatkan: “Saya dan Pak Jonan sudah bilang sejak awal, proyek ini tidak visible. Tapi Pak Jokowi ngotot. Sekarang utangnya Rp116 triliun — bom waktu yang akan dibayar anak cucu kita.” Peringatan ini terbukti akurat: yang dikejar bukan efisiensi, melainkan gengsi.

Harga tiket Rp250–350 ribu per perjalanan membuatnya jauh dari jangkauan rakyat kebanyakan. Bagi banyak warga, kecepatan 40 menit bukan kebutuhan, tapi kemewahan. Sementara di pelosok negeri, masih banyak pelajar menyeberangi sungai tanpa jembatan dan ribuan jalan desa tak tersentuh pembangunan. Negara ini tampak lebih sibuk membangun simbol kemajuan daripada pondasi kesejahteraan.

Dari sisi teknis, proyek ini pun tidak efisien. “Bandung” yang dimaksud ternyata Padalarang, bukan pusat kota. Penumpang tetap harus berganti moda untuk sampai ke tujuan. Seperti dikatakan Ignasius Jonan, “Untuk jarak segitu, kereta cepat tidak efisien. Tidak akan sebanding antara biaya dan manfaatnya.” Maka, cepat di rel tak selalu berarti tepat arah.

Transparansi proyek ini masih menjadi catatan serius. Publik belum pernah memperoleh gambaran utuh tentang isi kontrak dan struktur pembiayaannya, sementara laporan audit yang ada belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai pembengkakan biaya dan tanggung jawab finansial.

Di negara demokrasi, proyek publik semestinya disertai keterbukaan dan akuntabilitas, bukan berlindung di balik label “proyek strategis nasional.” Dalam konteks ini, yang melaju cepat bukan hanya keretanya, tapi juga cara informasi publik seakan menjauh dari jalur transparansi.

Kereta cepat boleh melaju 350 km/jam, tapi tanggung jawab moral Jokowi dan para pengambil keputusan tidak boleh selambat ini. Setiap kilometer rel adalah cicilan masa depan, setiap bunga pinjaman adalah beban generasi mendatang. Dan ketika anak cucu nanti membayar tagihan itu, mereka mungkin bertanya: Kenapa dulu bangsa ini lebih sibuk mengejar citra, daripada menghitung akibatnya.

Admin

amriamrul@gmail.com

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Zoel Hz

Kekeringan Kalbar Meluas, Danau Sentarum Jadi Gurun Pasir

PONTIANAK, Newsantara.co — Hamparan tanah pecah-pecah kini menggantikan luasnya perairan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu. Danau musiman yang biasanya menjelma “gudang air” raksasa saat musim hujan itu menyusut drastis hingga menyerupai padang gurun, menjadi potret paling mencolok dari kekeringan yang belakangan meluas ke hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat. Bau tanah kering dan udara...

Indonesia Resmi Bangun AI Factory Terbesar se-Asia Tenggara, Target Kapasitas 1 GW

NEWSANTARA.CO, Jakarta – Pemerintah menyambut resmi peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi empat raksasa teknologi global untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Investasi ini menandai kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berkapasitas...

Festival Budaya Khatulistiwa 2026 Terselenggara Sukses, Pontianak Perkuat Peta Wisata Nusantara

Apresiasi untuk Edi Rusdi Kamtono sebagai Walikota Pontianak yang diserahkan oleh Emiliya Kalsum (Ketua panitia Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu). Minggu (26/7/2026). (photo. Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Setelah tiga hari memanjakan mata dan lidah para pengunjung, Festival Budaya Khatulistiwa (FBK) 2026 resmi berakhir, Minggu siang (26/7/2026). Namun ribuan pengunjung masih setia berada di...

BGN Tindak Tegas! 833 Dapur SPPG Bermasalah Resmi Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NEWSANTARA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur. Penutupan massal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (27/7/2026). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa ratusan dapur tersebut di-suspend karena gagal memenuhi standar keamanan...

Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026 NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah,...

NE

News Elementor

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Quick Links

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Designed and Developed by  Blaze Themes