NE

News Elementor

NE

News Elementor

What's Hot

Forum Mahasiswa DKI Jakarta: Ahok Harus Diberhentikan!

Table of Content

NEWSANTARA.CO, Jakarta-Polemik kasus hukum yang didakwakan kepada Gubernur DKI Jakarta mengundang banyak tanda tanya publik terhadap penegakan hukum. Tak ketinggalan pula sebagian kampus-kampus di Jakarta yang mempertanyakan hal itu.

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa DKI Jakarta (Formad) menggelar sarasehan dan seminar. Komposisi mahasiswa tersebut terdiri dari: LEKSMA Jayabaya-BEM Mpu Tantular-BEM YAI-BEM Stebang-BEM UIC-BEM Unkris-BEM Borobudur-BEM Azzahra-BEM UIA-BEM ESA UNGGUL-BEM UIJ.

Hal itu dilakukan untuk mengkaji secara yuridis UU. No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tentu saja dalam konteks menyikapi persoalan polemik kasus hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang kian tak menemukan kepastian.

Acara tersebut digelar di Gedung Rektorat lt. 5 Universitas Jayabaya, Pulomas Jakarta Timur, Universitas Jayabaya. Turut hadir juga sebagai pemateri selaku wakil rektor III Universitas Jayabaya, Hendra Dinata di cara yang digelar dikampusnya itu.

“Polemik ini kan diawali setelah habisnya masa cuti Gubernur DKI pada 28 Januari hingga 11 Februari 2017..setelah penyerahan laporan PLT Gubernur Soemarsono,” papar Hendra, Kamis,(23/2).

Ia menambahkan bahwa pada kasus polemik ini memang sudah benar jika Mendagri hanya mengeluarkan nota kesefahaman saja. Sebab, menurut dia jauh lebih proporsional jika Presiden yang mengeluarkan keputusan.

“Dari aspek hukum harus Presiden yang mengeluarkan keputusan, karena melantik gubernur kan dengan menggunakan Keppres hirarkinya di keppres kan,” imbuhnya.

Hal itu disampaikanbukan tanpa alasan. Sebab, dorongan itu bisa datang dari permohonan warga negara terhadap Presiden dalam mengambil langkah untuk menentukan kepastian hukum.

“kita warga negara memiliki hak untuk memohonkan kepada Presiden untuk mengeluarkan keputusan, sebab jika diteruskan polemiknya ini tak adil. Ini negara kekuasaan atau negara hukum gitu loh, pemerintah tak boleh menunjukan ketidakadilan,” tegasnya.

Dari perwakilan Mahasiswa juga menyampaikan pandangannya. Deni Firmansyah yang juga menjadi panelis itu menjabarkan bahwa mahasiswa yang termasuk entitas sipil jangan tinggal diam.

“Mahasiswa harus dorong Presiden tajam ke segala arah dalam penegakan hukum. Tidak tebang pilih!” tegasnya.

Lebih jauh ia menegaskan bahwa hal ini akan berdampak pada pencederaan konstitusi.

“jokowi tidak hanya menciptakan ketidak adilan hukum, tapi dia menciptakan preseden buruk bagi demokrasi semestinya Presiden tidak melakukan itu, jika begini gak bagus untuk demokrasi ga baik untuk pancasila kita” tegasnya. (red/tan/bal).

news

news@newsantara.co

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Zoel Hz

Kekeringan Kalbar Meluas, Danau Sentarum Jadi Gurun Pasir

PONTIANAK, Newsantara.co — Hamparan tanah pecah-pecah kini menggantikan luasnya perairan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu. Danau musiman yang biasanya menjelma “gudang air” raksasa saat musim hujan itu menyusut drastis hingga menyerupai padang gurun, menjadi potret paling mencolok dari kekeringan yang belakangan meluas ke hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat. Bau tanah kering dan udara...

Indonesia Resmi Bangun AI Factory Terbesar se-Asia Tenggara, Target Kapasitas 1 GW

NEWSANTARA.CO, Jakarta – Pemerintah menyambut resmi peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi empat raksasa teknologi global untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Investasi ini menandai kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berkapasitas...

Festival Budaya Khatulistiwa 2026 Terselenggara Sukses, Pontianak Perkuat Peta Wisata Nusantara

Apresiasi untuk Edi Rusdi Kamtono sebagai Walikota Pontianak yang diserahkan oleh Emiliya Kalsum (Ketua panitia Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu). Minggu (26/7/2026). (photo. Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Setelah tiga hari memanjakan mata dan lidah para pengunjung, Festival Budaya Khatulistiwa (FBK) 2026 resmi berakhir, Minggu siang (26/7/2026). Namun ribuan pengunjung masih setia berada di...

BGN Tindak Tegas! 833 Dapur SPPG Bermasalah Resmi Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NEWSANTARA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur. Penutupan massal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (27/7/2026). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa ratusan dapur tersebut di-suspend karena gagal memenuhi standar keamanan...

Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026 NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah,...

NE

News Elementor

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Quick Links

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Designed and Developed by  Blaze Themes