Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026

NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif Kalbar kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pihak penyelenggara Festival Budaya Khatulistiwa 2026, dalam rangka menguatkan pariwisata Kalbar mengadakan Pelatihan Pramuwisata di Kawasan Tanah Seribu, pada Jumat hingga Minggu, 17-19 Juli 2026. Perwakilan DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar, Juniardi Saktiawan yang menjadi salah satu pemateri menekankan pramuwisata tidak hanya bertugas mendampingi perjalanan wisata.

“Pramuwisata memiliki peran yang sangat penting sebagai penghubung antara wisatawan dengan kekayaan budaya, sejarah, alam, serta kehidupan masyarakat lokal,” ujar pria yang akrab disapa Iwan Ponty ini.

Ia menekankan, setidaknya terdapat empat peran utama pramuwisata dalam mendukung kemajuan industri pariwisata. Pertama, sebagai Interpreter, pramuwisata menjadi penerjemah nilai-nilai sejarah, budaya, alam, dan tradisi lokal kepada wisatawan.

“Melalui penjelasan yang akurat dan menarik, wisatawan dapat memahami makna di balik setiap destinasi yang dikunjungi sehingga memperoleh pengalaman wisata yang lebih berkesan,” katanya.

Kedua, sebagai Educator, pramuwisata memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai sejarah daerah, adat istiadat, kearifan lokal, pelestarian lingkungan, hingga pentingnya menjaga warisan budaya. Peran edukatif ini menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ketiga, pramuwisata berperan sebagai Ambassador, yakni menjadi wajah daerah sekaligus duta yang merepresentasikan citra Kalimantan Barat. Sikap, pengetahuan, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme seorang pramuwisata akan membentuk kesan pertama wisatawan terhadap daerah yang dikunjungi.

Keempat, sebagai Service Provider, pramuwisata memberikan pelayanan yang ramah, aman, profesional, dan berorientasi pada kepuasan wisatawan. Pelayanan yang berkualitas akan meningkatkan kenyamanan pengunjung, mendorong kunjungan ulang, serta memperkuat promosi dari mulut ke mulut yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri pariwisata.

Dalam rangkaian Festival Khatulistiwa 2026, keempat peran tersebut menjadi semakin penting. Pramuwisata diharapkan mampu mendampingi wisatawan mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Kalimantan Barat, memperkenalkan budaya Melayu, Dayak, Tionghoa, dan etnis lainnya, serta mengajak wisatawan menikmati wisata sejarah, kuliner, hingga pesona Sungai Kapuas dan kawasan Tugu Khatulistiwa.

Melalui penguatan kompetensi, sertifikasi profesi, penguasaan bahasa asing, serta kemampuan komunikasi lintas budaya, pramuwisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan wisata di Kalimantan Barat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Festival Khatulistiwa 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat citra Kalimantan Barat sebagai destinasi wisata unggulan yang memberikan pengalaman berkesan, aman, dan berkualitas bagi setiap wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *