NE

News Elementor

NE

News Elementor

What's Hot

Pemerintah Hapus Jenis Beras Premium dan Medium di Pasaran, Cegah Pengoplosan

Table of Content

JAKARTA, Newsantara.co – Pemerintah bakal memberlakukan aturan baru dengan hanya memperbolehkan dua jenis beras diperdagangkan di pasaran. Langkah ini diambil untuk menekan praktik pengoplosan beras yang kian merajalela.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan kebijakan ini muncul setelah banyaknya temuan manipulasi beras oleh Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan.

Kami sederhanakan klasifikasi beras. Tidak ada lagi istilah premium atau medium. Hanya ada dua: beras umum dan beras khusus,” tegas Zulkifli usai rapat koordinasi di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Beras umum mencakup beras lokal bersubsidi, termasuk yang mendapat bantuan pupuk dan irigasi. Sementara beras khusus merujuk pada beras bersertifikasi seperti basmati, ketan, atau japonica.

Selama ini, perbedaan harga sering hanya karena kemasan, bukan kualitas isinya. Ini harus dihentikan,” tambahnya.

Teknologi Modern Dimanfaatkan untuk Oplos Beras

Satgas Pangan mengungkap sejumlah oknum pengusaha memanfaatkan mesin canggih untuk mengatur kualitas beras secara instan.

Modusnya bisa dengan teknologi. Tinggal tekan tombol, beras langsung terpecah sesuai persentase yang diinginkan,” jelas Kasatgas Pangan, Brigjen Pol Helfi Assegaf, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (24/7/2025).

Pemerintah berharap aturan baru ini mampu memangkas ruang gerak pelaku manipulasi sekaligus melindungi konsumen dari beras oplosan.

Satgas Pangan Sidak Pasar Cipinang, Cegah Beras Oplosan

Sementara itu, Satgas Pangan Polda Metro Jaya terus menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, untuk memastikan kualitas beras premium dan kesesuaian harganya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Petugas mengambil tiga sampel beras dari sejumlah agen untuk diuji di laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pascapanen Pertanian. Hasil uji laboratorium akan keluar dalam tiga hari guna memastikan ada tidaknya indikasi beras oplosan.

AKBP Muhammad Ardila Amry, Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, menegaskan, “Kami akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran hukum.”

Pengecekan harga menunjukkan beras premium di Pasar Cipinang masih sesuai HET Rp14.900 per kg. Namun, kualitas beras tidak bisa dinilai sekilas.

Mohammad Nasrin, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas KPKP Jakarta, menjelaskan, “Beras premium harus mengandung minimal 85% beras utuh dan maksimal 15% beras pecah tanpa campuran menir.”

Satgas Pangan terus memantau peredaran beras untuk melindungi konsumen dari praktik curang.

Admin

amriamrul@gmail.com

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Indonesia Resmi Bangun AI Factory Terbesar se-Asia Tenggara, Target Kapasitas 1 GW

NEWSANTARA.CO, Jakarta – Pemerintah menyambut resmi peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi empat raksasa teknologi global untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Investasi ini menandai kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berkapasitas...

Festival Budaya Khatulistiwa 2026 Terselenggara Sukses, Pontianak Perkuat Peta Wisata Nusantara

Apresiasi untuk Edi Rusdi Kamtono sebagai Walikota Pontianak yang diserahkan oleh Emiliya Kalsum (Ketua panitia Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu). Minggu (26/7/2026). (photo. Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Setelah tiga hari memanjakan mata dan lidah para pengunjung, Festival Budaya Khatulistiwa (FBK) 2026 resmi berakhir, Minggu siang (26/7/2026). Namun ribuan pengunjung masih setia berada di...

BGN Tindak Tegas! 833 Dapur SPPG Bermasalah Resmi Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NEWSANTARA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur. Penutupan massal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (27/7/2026). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa ratusan dapur tersebut di-suspend karena gagal memenuhi standar keamanan...

Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026 NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah,...

Pontianak dalam Peta Kolonial Awal Abad ke-19 hingga Tahun 1895

Foto: Budayawan Kalimantan Barat, Syafaruddin Daeng Usman (kanan, berdiri) dan dosen Arsitek Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Emiliya Kalsum (kiri, duduk) di seminar budaya di Gedung Theater II Kompleks Rektorat Untan di Pontianak, Sabtu, 4 Juli 2026. (Foto: Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Sejarah sebuah kota tidak hanya tersimpan dalam arsip dan naskah kuno namun juga...

NE

News Elementor

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Quick Links

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Designed and Developed by  Blaze Themes