NE

News Elementor

NE

News Elementor

What's Hot

Sebuah Tragedi, Kematian Bocah Cacingan di Sukabumi

Table of Content

Alarm Kegagalan Negara Melindungi Warga Termiskin

Oleh: Didi Irawadi Syamsuddin, S.H., LL.M.
Aktivis Politik* dan Penggiat Hukum*

NEWSANTARA.CO — Meninggalnya bocah tiga tahun di Sukabumi dengan tubuh dipenuhi cacing adalah tragedi yang tak layak terjadi di negeri sebesar Indonesia. Seorang anak—yang mestinya dilindungi layanan kesehatan dasar dan jaminan sosial—justru gugur akibat penyakit sederhana yang mestinya bisa dicegah sejak dini.

Kasus ini menunjukkan jelas gagalnya sistem perlindungan sosial dan kesehatan kita. Anak tersebut tanpa identitas, tanpa BPJS, dan tak terjangkau posyandu maupun puskesmas. Ia baru dibawa ke rumah sakit ketika kondisinya kritis. Ironis, pemerintah baru mengurus KTP, BPJS, bahkan renovasi rumah setelah kasusnya viral. Negara seolah hanya hadir setelah publik marah.

Penyakit cacingan dan TBC terkait erat dengan kemiskinan multidimensi: sanitasi buruk, gizi rendah, dan lingkungan kumuh. Padahal, pemerintah memiliki program dana desa, posyandu, hingga pemberantasan TBC nasional. Namun semua itu gagal menyentuh yang paling rentan. BPJS yang digadang sebagai jaring pengaman justru diskriminatif, karena mensyaratkan dokumen formal yang sering tak dimiliki rakyat miskin.

Kelemahan layanan kesehatan primer juga telanjang. Posyandu gagal mendeteksi dini, puskesmas tidak hadir proaktif. Obat cacing massal, edukasi sanitasi, hingga pemantauan gizi seolah hanya retorika di atas kertas. Ditambah lagi, koordinasi lintas sektor lemah—dinas kesehatan, sosial, kependudukan, dan pemerintah desa berjalan sendiri-sendiri.

Tragedi ini adalah tamparan keras bagi pemerintah. Kemiskinan tidak boleh lagi jadi retorika politik belaka. Negara harus proaktif: jemput bola mendata warga miskin, membuka akses BPJS tanpa hambatan administrasi, memperkuat layanan kesehatan preventif, dan memastikan sanitasi serta rumah layak bagi keluarga miskin. Jika seorang anak bisa mati karena cacingan di abad ke-21, maka pertanyaan mendasar pun muncul: untuk siapa sebenarnya negara ini bekerja?

Anggota DPRRI (2009-2014, 2014-2019, 2019-2024)
Lawyer Amir Syamsudin & Partners
Lawyer Acemark Law Firm
Redaktur Jurnal Hukum & Keadilan

Admin

amriamrul@gmail.com

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Zoel Hz

Kekeringan Kalbar Meluas, Danau Sentarum Jadi Gurun Pasir

PONTIANAK, Newsantara.co — Hamparan tanah pecah-pecah kini menggantikan luasnya perairan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu. Danau musiman yang biasanya menjelma “gudang air” raksasa saat musim hujan itu menyusut drastis hingga menyerupai padang gurun, menjadi potret paling mencolok dari kekeringan yang belakangan meluas ke hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat. Bau tanah kering dan udara...

Indonesia Resmi Bangun AI Factory Terbesar se-Asia Tenggara, Target Kapasitas 1 GW

NEWSANTARA.CO, Jakarta – Pemerintah menyambut resmi peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi empat raksasa teknologi global untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Investasi ini menandai kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berkapasitas...

Festival Budaya Khatulistiwa 2026 Terselenggara Sukses, Pontianak Perkuat Peta Wisata Nusantara

Apresiasi untuk Edi Rusdi Kamtono sebagai Walikota Pontianak yang diserahkan oleh Emiliya Kalsum (Ketua panitia Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu). Minggu (26/7/2026). (photo. Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Setelah tiga hari memanjakan mata dan lidah para pengunjung, Festival Budaya Khatulistiwa (FBK) 2026 resmi berakhir, Minggu siang (26/7/2026). Namun ribuan pengunjung masih setia berada di...

BGN Tindak Tegas! 833 Dapur SPPG Bermasalah Resmi Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NEWSANTARA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur. Penutupan massal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (27/7/2026). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa ratusan dapur tersebut di-suspend karena gagal memenuhi standar keamanan...

Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026 NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah,...

NE

News Elementor

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Quick Links

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Designed and Developed by  Blaze Themes