NE

News Elementor

NE

News Elementor

What's Hot

Pasien Kecewa Pelayanan RSUD 45 Kuningan, Nyawa Pasien Dipertaruhan

Table of Content

Newsantara, Kuningan- Permasalahan RS umum Daerah Kabupaten Kuningan (RSUD 45) dari tahun ke tahun periode ke periode kepemimpinan direktur nampaknya tidak ada perubahan,masalah yang selalu muncul ialah masalah pelayanan yang selalu kurang responsip terhadap pasien maupun keluarga pasien, bukan rahasia umum lagi hal-hal kurang menyenangkan kerap terjadi, seperti yang baru-baru ini dialami oleh ayah seorang pasien bernama Genie, Genie mendapatkan kejadian yang mengecewakan itu ketika membawa anak sulungnya berobat kerumah sakit Umum 45.

Mantan aktifis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ini membawa anak sulungnya untuk berobat ke poli anak karena sudah 4 hari mengalami batuk,pilek,demam serta sesak nafas, “kenapa saya bawa anak saya berobat ke RSUD 45 itu karena tidak jauh dari tempat kerja saya,jadi kalaupun nanti harus dirawat ketika jam istirahat saya bisa melihat kondisi anak saya,kebetulan saya bekerja di jalan Ir.H Juanda”.

Genie menceritakan bahwa ketika mendaftarkan anaknya Genie menggunakan jalur umum,tidak menggunakan BPJS, untuk pemeriksaan Genie membayar biaya pendaftaran sebesar enam puluh ribu rupiah, setelah melakukan pendaftaran Genie di arahkan untuk langsung ke poli anak dan secara kebetulan tidak mengantri, tidak berselang lama di lakukan pemeriksaan oleh Dokter dan pasien disarankan untuk dirawat, Genie dan istri menyetujui untuk dilakukan perawatan dikarenakan kondisi anak sulungnya dalam kondisi mengkhawatirkan, setelah di lakukan proses administrasi di poli anak serta telah mendapatkan kamar untuk perawatan Genie pun diminta untuk melakukan beberapa penyelesaian proses lainnya.

“Setelah dari poli anak dan mendapatkan kamar saya di minta untuk ke Apotek rawat inap untuk mengambil obat selanjutnya ke admisi lalu ke laboratorium untuk di ambil sampel darah dan rapid kemudian ke bagian radiologi untuk di lakukan poto rontgen “namun meknisme yang dilakukan pria 30 tahun ternyata di anggap salah oleh bagian admisi, setelah dari apotek rawat inap genie harus ke laboratorium dahulu,” permintaan staf administrasipun dituruti oleh Genie, “saya langsung ke lab dong untuk melakukan pengecekan dan membayar 195.000 rupiah, setelah selesai oleh staf lab saya di sarankan untuk ke admisi lagi sambil menunggu hasil lab keluar, setelah dari lab saya kebagian radiologi untuk di rontgen, di situ saya mendapat pertanyaan konyol bagi saya, staf radiologi memeriksa berkas saya dan menganggap anak saya rawat jalan, saya menjelaskan bahwa anak saya itu rawat inap dan sudah dapat kamar, staf radiologi pun bertanya, kenapa rawat inap saya harus membayar jasa radiologi duluan, padahal biasanya di akhir ketika pasien pulang, semua di kalkulasi, tapi menyuruh dia sama saja dan saya tidak mempermasalahkan, saya pun melakukan pembayaran sebesar 51.000 rupiah di kasir, setelah menunjukan bukti pembayaran barulah anak saya dilakukan rontgen, sama seperti di lab sambil menunggu hasil keluar saya di sarankan untuk ke admisi, saya melakukan hal yang di sarankan. Tetapi lagi-lagi anak saya ditolak oleh admisi untuk masuk ruangan dengan alasan menunggu hasil dari lab yang menurut admisi sekitar 30 menit”.

Karena melihat dan menganggap anaknya dalam kondisi yang mengkhawatirkan mengalami sesak napas serta dehidrasi Genie kemudian berinisiatif untuk menanyakan hasil lab secara langsung, Genie pun kaget ketika mendapatkan jawaban bahwa hasil pemeriksaan lab anaknya keluar 2 jam kedepan.

“Ini yang jadi masalah, mengapa pasien harus menunggu administrasi selesai baru mendapatkan penanganan, padahal pasien sudah mendapatkan kamar, karena khawatir terhadap kondisi anak saya terpaksa membatalkan rawat inap di RSUD 45 dan memilih membawa ke RS Sekarkamulyan”.

Menurut pria 2 anak ini managemen RSUD 45 dari tahun ke tahun, dari kepemimpinan sebelum sebelumnya tidak ada perubahan dalam hal layanan terhadap masyarakat, dia pun berharap kepada Bupati,wakil Bupati, serta Anggota Legislatif dikomisi pendidikan dan kesehatan bisa menanggapi permasalahan RSUD 45 ini secara serius. Karena ini adalah rumah sakit milik Pemerintah Daerah yang kebanyakan anggarannya di sokong oleh Pemerintah Daerah yang diharapkan bisa melayani masyarakat secara maksimal, tidak luput pula peran sekda yang harus bisa memberikan bimbingan kepada ASN yang bertugas di RSUD 45 agar ramah, senyum serta memberikan rasa nyaman kepada pasien maupun keluarga pasien tutup Genie.

Admin

amriamrul@gmail.com

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Zoel Hz

Kekeringan Kalbar Meluas, Danau Sentarum Jadi Gurun Pasir

PONTIANAK, Newsantara.co — Hamparan tanah pecah-pecah kini menggantikan luasnya perairan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu. Danau musiman yang biasanya menjelma “gudang air” raksasa saat musim hujan itu menyusut drastis hingga menyerupai padang gurun, menjadi potret paling mencolok dari kekeringan yang belakangan meluas ke hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat. Bau tanah kering dan udara...

Indonesia Resmi Bangun AI Factory Terbesar se-Asia Tenggara, Target Kapasitas 1 GW

NEWSANTARA.CO, Jakarta – Pemerintah menyambut resmi peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi empat raksasa teknologi global untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Investasi ini menandai kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berkapasitas...

Festival Budaya Khatulistiwa 2026 Terselenggara Sukses, Pontianak Perkuat Peta Wisata Nusantara

Apresiasi untuk Edi Rusdi Kamtono sebagai Walikota Pontianak yang diserahkan oleh Emiliya Kalsum (Ketua panitia Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu). Minggu (26/7/2026). (photo. Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Setelah tiga hari memanjakan mata dan lidah para pengunjung, Festival Budaya Khatulistiwa (FBK) 2026 resmi berakhir, Minggu siang (26/7/2026). Namun ribuan pengunjung masih setia berada di...

BGN Tindak Tegas! 833 Dapur SPPG Bermasalah Resmi Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NEWSANTARA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur. Penutupan massal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (27/7/2026). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa ratusan dapur tersebut di-suspend karena gagal memenuhi standar keamanan...

Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026 NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah,...

NE

News Elementor

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Quick Links

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Designed and Developed by  Blaze Themes