NE

News Elementor

NE

News Elementor

What's Hot

Aksi “NO KING”: Gelombang Protes Anti-Perang Trump Guncang AS Di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Table of Content

NEWSANTARA.CO, Washington D.C. – Di tengah gemuruh mesin perang di Timur Tengah, Amerika Serikat kini menghadapi “medan tempur” kedua di dalam negerinya sendiri. Ribuan demonstran membanjiri jalanan ibu kota sejak Minggu pagi (29/3/2026), mengusung narasi tunggal yang sangat tajam: “No King” (Bukan Raja).

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Teuku Rezasyah, menagatakan “Gerakan ‘No King’ di Amerika Serikat menunjukkan adanya luka dalam di masyarakat AS yang lelah dengan biaya perang yang membengkak sementara ekonomi domestik mereka tercekik. Bagi Indonesia dan negara-negara non-blok, ketidakstabilan di Washington ini adalah alarm bahwa AS sedang mengalami krisis legitimasi internal.

Jika Trump mengabaikan protes ini dan tetap memaksakan invasi darat ke Iran, kita akan melihat perpecahan sosial di Amerika yang jauh lebih parah daripada era Perang Vietnam,” ujarnya, Selasa (2/4/2026).

Gerakan ini bukan sekadar protes anti-perang biasa; ia telah menjadi api dalam sekam yang mengancam stabilitas pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah rencana invasi besar-besaran ke Iran.

Simbol Perlawanan Terhadap Otoritarianisme

Slogan “No King” lahir dari akumulasi kekecewaan publik terhadap kebijakan luar negeri Trump yang dinilai berjalan tanpa kontrol Kongres. Para demonstran menuduh Trump menggunakan kekuasaan eksekutif secara absolut untuk menyeret AS ke dalam “perang abadi” yang baru.

Kami tidak memilih seorang Raja untuk mengirim anak-anak kami ke Teheran demi obsesi pribadi,” teriak salah satu orator warga Amerika dari salah satu massa demonstran di depan Lincoln Memorial.

Poster-poster bergambar mahkota yang dicoret merah mendominasi pemandangan, melambangkan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “Kediktatoran Perang.”

Api dalam Sekam di Gedung Putih

Narasi “No King” ini telah memicu keretakan internal di Washington. Beberapa laporan dari dalam Gedung Putih menyebutkan adanya ketegangan antara faksi militer loyalis dan para penasihat politik yang khawatir elektabilitas Trump akan hancur akibat protes ini.
Dampak dari gerakan ini mulai terasa pada kebijakan strategis:

Hambatan Anggaran: Kongres kini semakin sulit menyetujui pendanaan tambahan untuk operasi darat di Iran karena tekanan konstituen di daerah masing-masing.

Krisis Moral: Laporan mengenai kelelahan mental prajurit AS di lapangan semakin diperparah dengan berita bahwa keluarga mereka di rumah ikut turun ke jalan menentang perang.

Diplomasi yang Terdesak: Di bawah tekanan demo “No King”, tim diplomatik AS kini mulai melunakkan retorika mereka dan secara aktif mencari jalur negosiasi melalui perantara Pakistan dan Qatar.

Pakar Geopolitik dan Hubungan Internasional dari University of Chicago, Prof. John Mearsheimer, menilai warga Amerika Serikat saat ini sedang menyaksikan benturan hebat antara doktrin ‘America First’ versi militeristik dengan realitas demokrasi akar rumput.

Narasi ‘No King’ bukan sekadar soal anti-perang, tapi protes terhadap penggunaan kekuasaan eksekutif yang melampaui batas konstitusi untuk membiayai operasi di Selat Hormuz.

Gedung Putih harus sadar bahwa senjata tercanggih sekalipun tidak akan berguna jika rakyat di belakangnya menolak untuk mendukung pembiayaannya. Ini adalah api dalam sekam yang bisa membakar rencana besar Pentagon dari dalam,” ujar John.

Dampak Global

Dunia internasional memperhatikan dengan seksama. Iran menggunakan momentum demo ini sebagai bahan propaganda untuk menunjukkan bahwa rakyat Amerika sendiri tidak mendukung pemerintahannya. Sementara itu, bursa saham Wall Street dilaporkan bergejolak karena ketidakpastian politik di dalam negeri AS yang semakin tidak terkendali.


Saat ini, aparat keamanan telah menyiagakan National Guard di titik-titik vital Washington. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AS mampu memenangkan perang di Iran, melainkan apakah pemerintahan Trump mampu memadamkan api perlawanan rakyatnya sendiri sebelum semuanya terlambat.

Admin

amriamrul@gmail.com

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Zoel Hz

Kekeringan Kalbar Meluas, Danau Sentarum Jadi Gurun Pasir

PONTIANAK, Newsantara.co — Hamparan tanah pecah-pecah kini menggantikan luasnya perairan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu. Danau musiman yang biasanya menjelma “gudang air” raksasa saat musim hujan itu menyusut drastis hingga menyerupai padang gurun, menjadi potret paling mencolok dari kekeringan yang belakangan meluas ke hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat. Bau tanah kering dan udara...

Indonesia Resmi Bangun AI Factory Terbesar se-Asia Tenggara, Target Kapasitas 1 GW

NEWSANTARA.CO, Jakarta – Pemerintah menyambut resmi peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi empat raksasa teknologi global untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Investasi ini menandai kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berkapasitas...

Festival Budaya Khatulistiwa 2026 Terselenggara Sukses, Pontianak Perkuat Peta Wisata Nusantara

Apresiasi untuk Edi Rusdi Kamtono sebagai Walikota Pontianak yang diserahkan oleh Emiliya Kalsum (Ketua panitia Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu). Minggu (26/7/2026). (photo. Zulkifli HZ) NEWSANTARA.CO, Pontianak — Setelah tiga hari memanjakan mata dan lidah para pengunjung, Festival Budaya Khatulistiwa (FBK) 2026 resmi berakhir, Minggu siang (26/7/2026). Namun ribuan pengunjung masih setia berada di...

BGN Tindak Tegas! 833 Dapur SPPG Bermasalah Resmi Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NEWSANTARA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur. Penutupan massal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (27/7/2026). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa ratusan dapur tersebut di-suspend karena gagal memenuhi standar keamanan...

Kualitas Pramuwisata Dukung Peningkatan Industri Pariwisata di Kalbar

Foto pelatihan Pramuwisata Kalbar di Universitas Tanjungpura, 17 Juli 2026 untuk mendukung Festival Budaya Khatulistiwa 2026 NEWSANTARA.CO, Pontianak – Penguatan kapasitas dan kompetensi pramuwisata jadi salah satu upaya strategis percepat pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Barat. Hal tersebut semakin relevan seiring pelaksanaan Festival Budaya Khatulistiwa 2026, yang diharapkan menjadi etalase promosi destinasi wisata, budaya, sejarah,...

NE

News Elementor

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Quick Links

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Designed and Developed by  Blaze Themes