WASINGTON, Newsantara.co — Donald Trump menuntut pembebasan biaya transit bagi kapal komersial dan militer AS di Terusan Panama dan Suez. Dalam unggahan media sosialnya, Sabtu (20/7), mantan presiden AS itu menyatakan kedua jalur itu “tak akan ada tanpa Amerika” dan memerintahkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk segera bertindak.
“Kapal-kapal AS, baik militer maupun komersial, harus bisa melintas gratis melalui Terusan Panama dan Suez!” tulis Trump, Sabtu (26/4).
Namun Presiden Panama Jose Raul Mulino menegaskan tarif tol diatur oleh Otoritas Terusan Panama (ACP) dan tak ada ruang negosiasi. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengusulkan kesepakatan agar kapal perang AS dapat melintas “bebas dan diprioritaskan”, bahkan mengisyaratkan kembalinya pasukan AS ke Panama—gagasan yang langsung ditolak pemerintah setempat.
Dampak Krisis Laut Merah pada Terusan Suez
Terusan Suez, jalur vital penghubung Eropa-Asia, menyumbang 10% perdagangan maritim global sebelum serangan Houthi Yaman mengacaukan Laut Merah. Serangan ini memicu penurunan pendapatan Mesir hingga 60% atau rugi $7 miliar pada 2024.
AS membalas dengan serangan militer intensif sejak Januari 2024. Trump berjanji operasi akan berlanjut hingga Houthi tak lagi mengancam pelayaran. Sebagai informasi, AS dan Tiongkok merupakan pengguna terbesar kedua terusan tersebut, sehingga penguasaan kedua terusan akan memenangkan arus perdagangan internasional. (Red.)