PONTIANAK, Newsantara.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mempercepat rehabilitasi mangrove untuk memperkuat ketahanan pesisir dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyatakan bahwa lebih dari 14.000 hektare lahan potensial siap dipulihkan.
“Kami fokus pada rehabilitasi mangrove untuk melindungi pesisir, meningkatkan biodiversitas, dan membuka peluang ekonomi hijau,” tegas Ria Norsan di Pontianak, Minggu (10/8/2025).
Kalbar memiliki ekosistem mangrove seluas 162.000 hektare, tersebar di tujuh kabupaten/kota, dengan Kubu Raya sebagai penyumbang terbesar (68%). Di sana, terdapat 40 spesies mangrove, termasuk dua jenis langka dunia: Bruguiera hainesii dan Kandelia candel.
Namun, alih fungsi lahan menjadi pemukiman, tambak, dan penebangan ilegal masih mengancam kelestarian mangrove. Norsan menekankan pentingnya kolaborasi dengan BUMN, swasta, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan ini.
“Kami akan tingkatkan edukasi, penguatan kelembagaan, dan penegakan hukum. Rehabilitasi mangrove harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan CSR dari perusahaan dan NGO, seperti di Mempawah, menjadi contoh keberhasilan yang akan diperluas ke daerah lain. Dengan langkah ini, Kalbar berkomitmen menjadi pelopor ketahanan pesisir berbasis lingkungan.