Headlines

Pemerintah AS Terancam Shutdown, Gaji Pegawai Federal Bisa Tak Dibayar

WASHINGTON, Newsantara.co — Pemerintah federal Amerika Serikat menghadapi shutdown parsial mulai Minggu (5/10/25), setelah anggota Kongres gagal menyetujui RUU pendanaan darurat. Kegagalan ini memicu penutupan operasi pemerintah untuk pertama kalinya dalam empat tahun.

Senat AS menolak dua proposal anggaran sementara dari Partai Republik dan Demokrat dalam pemungutan suara terpisah. Kedua RUU gagal mencapai ambang batas 60 suara yang diperlukan untuk maju.

Ketika pemerintah mengalami shutdown, yang terdampak langsung adalah para pegawai federal dan layanan publik,” ujar seorang analis kebijakan publik, Rabu (1/10/2025).

Shutdown berpotensi:

  • Membekukan pembayaran gaji jutaan pegawai federal
  • Menghentikan sementara berbagai layanan pemerintah non-esensial
  • Mengganggu operasional bandara dan sektor perjalanan
  • Berdampak pada perekonomian nasional

Layanan kritikal seperti militer, penegakan hukum, dan pengawalan lalu lintas udara akan tetap beroperasi. Namun, dampak shutdown diperkirakan akan meluas ke berbagai sektor.

Tahun fiskal pemerintah AS dimulai 1 Oktober, namun anggaran untuk 2024 belum disetujui. RUU pendanaan sementara diperlukan untuk menjaga operasional pemerintah hingga tenggat waktu baru.

Partai Republik yang menguasai DPR memerlukan dukungan Demokrat di Senat untuk meloloskan anggaran. Namun ketegangan politik antara kedua partai menyulitkan tercapainya konsensus.

Shutdown pemerintah terakhir terjadi pada 2018-2019 selama 35 hari, menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Para ahli memprediksi dampak ekonomi kali ini bisa mencapai miliaran dolar jika berlangsung berkepanjangan.