JAKARTA, Newsantara.co – Pasukan TNI menembak mati delapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam tiga kontak senjata terpisah di Papua selama sepekan terakhir. Operasi ini juga berhasil mengamankan senjata, amunisi, dan barang bukti lainnya.
1. Kontak Senjata di Distrik Mewoluk, Puncak Jaya, Jumat (8/8/2025)
Saat patroli di Distrik Mewoluk, pasukan TNI diserang oleh kelompok OPM pimpinan Tenggamati Enumbi, buronan Polda Papua terkait kasus pencurian dengan kekerasan. Dalam baku tembak, tiga anggota OPM tertembak, salah satunya diduga Enumbi. Kelompok tersebut kabur sambil membawa korban.
Barang Bukti yang Diamankan:
- 2 pucuk pistol
- 2 radio HT
- Amunisi berbagai kaliber
- Bendera Bintang Kejora
- 3 HP & perlengkapan tempur
2. Baku Tembak di Kampung Mamba, Intan Jaya Senin (11/8/2025)
TNI kembali bentrok dengan OPM Kodap VIII Kemabu di Sugapa. Satu anggota OPM, Dece Mujijau (tokoh OPM), tewas, sementara dua lainnya, Daume Maeseni dan Sabinus Joani, terluka.
Barang Bukti:
- Amunisi 5,56 mm
- Tas, HP Android, kalung OPM
3. Pertempuran di Kampung Eknemba, Intan Jaya, Selasa, (12/8/2025)
Dua anggota OPM tewas dalam kontak senjata, yakni Teleginus Maiseni (pimpinan OPM Kemabu) dan ajudannya, Seprianus Maiseni.
Pernyataan TNI:
Mayjen Lucky Avianto (Pangkoops Habema) menegaskan operasi ini bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan. “Kami tidak akan memberi ruang bagi kelompok yang mengancam keselamatan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyatakan operasi dilakukan secara profesional, namun TNI tetap mengutamakan pendekatan dialogis untuk stabilitas jangka panjang di Papua.
Analisis:Operasi ini menunjukkan intensifikasi penanganan TNI terhadap kelompok bersenjata di Papua, dengan kombinasi tindakan tegas dan pendekatan humanis.