PALANGKARAYA, Newsantara.co – Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi dua spesies baru katak bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan.
Kedua katak ini diberi nama Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan simbol kebanggaan nasional.
Limnonectes maanyanorum ditemukan di Gunung Karasik, Kalimantan Tengah, dan dinamai berdasarkan suku Dayak Maanyan yang mendiami wilayah tersebut. Masyarakat setempat menyebutnya Senteleng Watu atau “katak batu”. Sementara Limnonectes nusantara ditemukan di Loksado dan Paramasan, Kalimantan Selatan, namanya terinspirasi dari Ibu Kota Nusantara yang juga berada di Kalimantan.
“Kedua spesies ini memiliki ciri khas taring di rahang bawah, kulit berbintil, dan pola warna unik. Analisis genetik membuktikan keduanya benar-benar spesies baru,” jelas Prof. Amir Hamidy, pakar herpetologi BRIN.
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa pada Januari 2025, hasil kolaborasi BRIN, Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya.
“Kalimantan masih menyimpan banyak keanekaragaman hayati yang belum terungkap. Temuan ini memperkuat pentingnya konservasi berbasis riset,” tegas Amir.
Dengan karakteristik unik dan nilai budaya yang melekat, kedua katak ini menjadi bukti betapa kayanya biodiversitas Indonesia, khususnya di kawasan tropis seperti Kalimantan.