Dalam Gempuran Kilat Semalam, Enam Jurnalis Tewas
GAZA, Newsantara.co – Pasukan Israel melancarkan serangan udara masif di wilayah timur Kota Gaza pada Senin (11/8/2025), menewaskan enam jurnalis, termasuk Anas Al Sharif, koresponden senior Al Jazeera. Serangan ini terjadi setelah PM Benjamin Netanyahu memerintahkan IDF untuk mempercepat operasi militer di wilayah tersebut.
Warga Gaza melaporkan gempuran dahsyat dari tank dan pesawat tempur Israel di kawasan Sabra, Zeitoun, dan Shejaia, memicu gelombang pengungsian baru. “Malam ini seperti neraka. Rudal menghujani rumah-rumah, banyak keluarga panik melarikan diri,” kata Amr Salah (25), salah seorang saksi mata.
IDF mengklaim menargetkan markas Hamas dan lokasi peluncuran roket. Namun, serangan ini memicu kecaman internasional, termasuk dari Jerman yang menghentikan ekspor senjata ke Israel. Sementara itu, AS menuding Hamas sebagai pemicu konflik sejak serangan 7 Oktober 2023.
Korban Jurnalis Meningkat, Hamas Tuduh Israel Sengaja Membunuh
Enam jurnalis, termasuk Anas Al Sharif, tewas dalam serangan di kompleks Rumah Sakit Al Shifa. Israel menuduh Al Sharif sebagai anggota Hamas, namun Al Jazeera membantah klaim tersebut.
Hamas menyatakan pembunuhan jurnalis adalah bagian dari persiapan invasi besar-besaran Israel. Data pemerintah Gaza menyebut 238 jurnalis tewas sejak perang dimulai, sementara Komite Perlindungan Jurnamis mencatat 186 korban.
Korban Sipil Terus Berjatuhan, Gaza di Ambang Krisis Kemanusiaan
Lebih dari 61.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak Oktober 2023, dengan jutaan lainnya mengungsi dan menghadapi kelaparan. Israel mengklaim operasi militer mereka sebagai balasan atas serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang.
Netanyahu berencana memperluas serangan ke Gaza tengah, memicu kekhawatiran eskalasi lebih lanjut. PBB dan negara-negara Eropa mendesak gencatan senjata, namun perdamaian masih jauh dari kenyataan.