Headlines

Indonesia dan UEA Kerjasama Pengembangan AI

JAKARTA, Newsantara.co – Pemerintah Indonesia mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan artifisial (AI) melalui kerja sama strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjalin kolaborasi dengan Dubai Center for Artificial Intelligence (DCAI) untuk meningkatkan kapasitas talenta digital Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid mengungkapkan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bilateral antara Indonesia dan UEA di bidang AI.

Kami fokus pada peningkatan keterampilan SDM digital melalui program pelatihan dan pertukaran pengetahuan,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid.

Delegasi Kemkominfo, dipimpin oleh Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Ichwan Makmur Nasution dan Direktur Kecerdasan Artifisial Aju Widya Sari, bertemu dengan Executive Director of Future Design and Acceleration Dubai Future Foundation, Saeed Al Falasi. Pertemuan ini membahas peluang partisipasi Indonesia dalam program pelatihan AI UEA, seperti One Million Prompters dan Global Prompt Engineering Championship.

Program Pelatihan AI UEA Jadi Referensi
DCAI memaparkan keberhasilan program One Million Prompters, pelatihan online singkat (3-4 jam) dengan sertifikasi, yang telah diikuti puluhan peserta Indonesia. Sementara, Global Prompt Engineering Championship menjadi ajang kompetisi prompt engineering terbesar dunia, diikuti ribuan peserta dari 100+ negara.

“Kami membangun tim AI di setiap instansi pemerintah melalui pelatihan terstruktur. Hasilnya, solusi AI berhasil mengoptimalkan layanan publik, seperti kampanye pencegahan kebakaran saat perayaan Hari Raya Hindu,” jelas Al Falasi.

Ichwan Nasution menyatakan, Kemkominfo akan mempelajari model pelatihan UEA untuk diadaptasi di Indonesia. “Pendekatan UEA inspiratif. Kami akan merancang program sesuai kebutuhan lokal,” tegasnya.

Langkah Selanjutnya: Diskusi Mendalam & Implementasi
UEA siap berdiskusi lebih lanjut dengan Kemkominfo guna merancang skema pelatihan AI, khususnya di bidang prompt engineering. Sementara itu, Kemkominfo akan mengkaji regulasi pendukung untuk memastikan implementasi optimal.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat terciptanya SDM digital Indonesia yang kompeten di era AI. (Red.)