Bill Gates Klaim Bisa Target Turunkan Kematian 100 Ribu Jiwa Per Tahun
JAKARTA, Newsantara.co — Presiden Prabowo Subianto merestui Indonesia sebagai salah satu lokasi uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan Bill Gates melalui Gates Foundation. Hal ini disampaikan saat pertemuan dengan filantropis dunia tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5).
“Indonesia dipilih sebagai tempat uji coba vaksin TBC global. Ini bukti komitmen Pak Gates membantu penanganan penyakit endemik di sini,” tegas Prabowo.
TBC: Ancaman Serius dengan 100 Ribu Kematian Tahunan
Prabowo menekankan, TBC masih membunuh sekitar 100 ribu orang per tahun di Indonesia. Uji coba vaksin baru ini diharapkan tekan angka kematian dan penyebaran penyakit.
“Vaksin ini langkah strategis. Kami bertekad kurangi dampak TBC secara signifikan,” tambahnya.
Dukungan Gates untuk Kesehatan Indonesia
Selain TBC, Gates juga mengembangkan vaksin malaria. Sebelumnya, yayasannya telah menyumbang Rp1,3 triliun untuk vaksin polio dan mendukung produksi 2 miliar dosis vaksin/tahun oleh Bio Farma yang digunakan 42 negara.
“Total donasi Gates sejak 2009 mencapai 159 juta dolar AS, terutama untuk kesehatan,” jelas Prabowo.
Ahli: Vaksin Baru Penting Gantikan BCG yang Berusia 104 Tahun
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Guru Besar Universitas YARSI) menyatakan, vaksin BCG saat ini hanya efektif untuk anak-anak dan sudah digunakan sejak 1921.
“Vaksin baru M72/AS01E sedang diuji fase 3 di Indonesia dan empat negara lain. Jika berhasil, ini terobosan besar,” paparnya.
Proyek Global dengan Indonesia sebagai Pusat
Uji coba melibatkan negara dengan beban TBC tinggi, seperti Afrika Selatan, Kenya, dan Zambia. Keberhasilan fase ini akan menentukan kelanjutan produksi massal.
Dampingi Prabowo:
- Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin
- Menteri Investasi Rosan Roeslani
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya
Optimisme Baru untuk Pengendalian TBC
Kolaborasi ini dinilai sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk memimpin inovasi kesehatan global sekaligus mengurangi beban penyakit endemik.