Update, 22 Penumpang yang Selamat, 6 Orang Lain Meninggal Dunia
DENPASAR, Newsantara.co – Basarnas Bali terus mengoptimalkan pencarian 30 korban kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Tim gabungan menggunakan KN SAR Arjuna 229 sebagai alat utama, didukung helikopter dan kapal cepat (RIB) dari Pos SAR Buleleng dan Jembrana.
Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, memimpin operasi dengan 49 personel yang terlibat aktif. “Area pencarian seluas 37,21 km² dipantau ketat. Cuaca cerah dan ombak relatif tenang memudahkan proses, meski angin masih cukup kencang,” jelas Sidakarya, Jumat (4/7/2025).
Sebelumnya, 29 penumpang berhasil diselamatkan, sementara 6 lainnya dinyatakan meninggal. Kapal yang mengangkut 65 orang (53 penumpang + 12 kru) dan 22 kendaraan itu tenggelam 25 menit setelah berangkat dari Ketapang-Banyuwangi menuju Gilimanuk pada Rabu malam.
Hari Kedua, Korban Belum Ditemukan
Hingga siang ini, belum ada laporan penemuan korban baru. Basarnas tetap fokus pada koordinat terakhir kapal, sekitar 8°09’34.28″ LS & 114°09’34.28″ BT.
Optimisme dengan Dukungan Teknologi
Sidakarya menegaskan, penggunaan KN SAR Arjuna 229 dan helikopter memperluas jangkauan pencarian. “Kami prioritaskan efisiensi waktu mengingat arus Selat Bali yang dinamis,” tambahnya.
Latar Belakang Tragedi
KMP Tunu tenggelam pada pukul 23.20 WIB (2/7) setelah mengalami masalah teknis. Basarnas telah mengerahkan tim sejak dini hari Kamis (3/7) untuk evakuasi korban.