Headlines

Banyak Masalah Sosial, IKN akan Rutin Razia Sebelum Ditempati

Otoritas IKN Lakukan Razia Rutin, Klaim Kini Bebas Prostitusi dan Sabung Ayam

NUSANTARA, Newsantara.co – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan kawasan inti IKN kini bersih dari masalah dan penyakit sosial, terutama praktik prostitusi dan judi sabung ayam. Upaya ini dilakukan sebelum akhirnya wilayah IKN ditempati sebagai pusat pemerintahan.

Langkah tegas diambil setelah laporan maraknya open BO dan arena judi di sekitar lokasi proyek. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk membersihkan wilayah tersebut.

Insya Allah tidak ada lagi PSK atau sabung ayam. Kami bahkan merobohkan delapan warung remang-remang saat Ramadhan lalu,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Selasa (8/7/2025).

Prostitusi Online Sempat Marak di Kawasan Proyek

Sebelumnya, praktik prostitusi berkedok open BO ditemukan berkembang pesat di sekitar IKN, terutama di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur. Para pekerja seks komersial (PSK) memanfaatkan aplikasi daring untuk menawarkan jasa dengan tarif Rp400–700 ribu per pertemuan.

Berdasarkan pantauan, mereka biasa menginap di guest house sekitar Desa Bumi Harapan. “ST 600 ribu, full service, bisa nego. Cepat datangi lokasi,” begitu salah satu pesan yang beredar di aplikasi percakapan.

Sabung Ayam dan Warung Remang-Remang Dibersihkan

Selain prostitusi, arena judi sabung ayam sempat bermunculan di pemukiman pekerja. Namun, Basuki menyatakan bahwa aktivitas tersebut telah ditertibkan. “Informasi itu sudah lama dan di-recycle. Sekarang kami rutin patroli untuk memastikan tak ada pelanggaran,” tegasnya.

Otorita IKN juga mengklaim bahwa lokasi yang disebut sebagai sarang prostitusi sebenarnya berada di luar kawasan inti IKN, sekitar 3 kilometer dari zona utama pembangunan.

Komitmen Jaga Kebersihan Sosial Sebelum IKN Beroperasi

Pembersihan masalah sosial ini menjadi prioritas sebelum IKN resmi berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Basuki menegaskan, “Kami ingin IKN menjadi simbol kemajuan Indonesia, bukan tempat aktivitas ilegal.”

Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan lingkungan yang aman dan tertib di ibu kota baru.