Perang Dagang AS-Brasil Makin Nyata
BRASÍLIA, Newsantara.co – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva siap membalas kebijakan tarif impor 50% yang diancamkan Donald Trump terhadap produk Brasil. Lula menegaskan, negaranya akan memberlakukan tarif setimpal jika AS benar-benar menjalankan ancamannya.
“Kalau AS naikkan tarif 50%, kami akan lakukan hal yang sama. Tidak ada pilihan lain,” tegas Lula, Jumat (11/7/2025).
Ancaman balasan Brasil ini memicu kekhawatiran perang dagang baru, mirip konflik AS-China sebelumnya. Dukungan penuh datang dari parlemen Brasil, termasuk Presiden Senat Davi Alcolumbre dan Ketua DPR Hugo Motta, yang menyebut hukum resiprokal sebagai alat sah untuk melindungi ekonomi nasional.
Sementara itu, ribuan buruh dan aktivis turun ke jalan di São Paulo, menentang rencana Trump dan menuntut pajak progresif untuk orang kaya. Mereka membawa spanduk anti-Trump dan memakai topeng mirip mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu Trump yang kini berurusan dengan hukum.
Trump mengancam lewat surat yang juga diunggah di media sosial, menuduh Brasil melakukan persekusi politik terhadap Bolsonaro. Lula langsung memerintahkan diplomatnya untuk menolak surat tersebut jika sampai dikirim ke istana kepresidenan.
Jika tarif Trump benar diberlakukan per 1 Agustus 2025, Brasil dipastikan membalas. Dua raksasa ekonomi Amerika ini pun berada di ambang perang dagang terbuka.
Dampak Potensial:
- Kenaikan harga produk impor di AS dan Brasil.
- Tekanan pada industri otomotif dan pertanian kedua negara.
- Ancaman gangguan pasokan global jika konflik berkepanjangan.
Langkah Brasil ini menunjukkan ketegasan menghadapi tekanan AS, sekaligus ujian besar bagi stabilitas ekonomi regional.