Headlines

Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata

KUALA LUMPUR, Newsantara.co – Thailand dan Kamboja akhirnya menyepakati gencatan senjata tanpa syarat setelah pertempuran sengit di perbatasan menewaskan puluhan orang dan memaksa 300.000 warga sipil mengungsi. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan darat di Putrajaya, Malaysia, dengan mediasi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

“Ini langkah vital menuju perdamaian dan keamanan,” tegasnya dalam konferensi pers usai pertemuan tertutup, AS

Delegasi Kamboja dipimpin PM Hun Manet, sementara Thailand diwakili Pejabat PM Phumtham Wechayachai. Kedua pihak sepakat membentuk mekanisme verifikasi bersama dengan melibatkan menteri pertahanan dan luar negeri.

AS dan China Turun Tangan
Presiden AS Donald Trump dan pemerintah China disebut berperan penting dalam mediasi. Trump bahkan mengunggah di Truth Social bahwa kedua negara “sepakat mencapai gencatan senjata dan perdamaian”.

Hun Manet mengapresiasi upaya Trump dan Anwar, sementara Phumtham menegaskan Thailand berkomitmen pada perdamaian meski sempat meminta “niat tulus” Kamboja.

Korban Jiwa dan Pengungsian Massal
Bentrokan sejak 24 Juli lalu menewaskan 33 tentara dan warga sipil. Ribuan pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia, masih trauma akibat serangan roket. Seorang pengungsi di Kamboja menyebut, “Ini pertempuran terburuk sejak Perang Saudara 1980-an.”

ASEAN, AS, China, dan PBB mendesak deeskalasi. DK PBB rencananya akan membahas konflik ini dalam sesi darurat.

Apa Selanjutnya?

  • Gencatan senjata diawasi tim verifikasi gabungan.
  • Komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara dipulihkan.
  • Pembicaraan damai jangka panjang akan segera dirancang.

Analisis:
Gencatan ini menjadi titik terang setelah ketegangan memanas, tetapi stabilitas jangka panjang bergantung pada implementasi kesepakatan dan rekonsiliasi bilateral.