Bantuan Udara Saja Tak Cukup Atasi Kelaparan di Gaza
PARIS, Newsantara.co – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa bantuan udara ke Gaza tidak memadai untuk menghentikan krisis kelaparan. Dia mendesak Israel membuka akses kemanusiaan penuh ke wilayah tersebut.
“Kami baru saja menjatuhkan bantuan makanan via udara bersama Yordania, Uni Emirat Arab, dan Jerman. Namun, ini tidak cukup. Israel harus membuka jalur darat agar bantuan bisa menjangkau warga Gaza,” tulis Macron di X, Jumat (1/8/2025).
Prancis mengirim 40 ton bantuan darurat melalui empat penerbangan, sementara Jerman mendistribusikan 14 ton makanan dan obat-obatan hasil donasi Yordania. Namun, kedua negara sepakat bahwa pengiriman udara terbatas dan rumit, sehingga membutuhkan akses darat segera.
WHO sebelumnya melaporkan lonjakan kematian akibat malnutrisi di Gaza, termasuk 21 balita sejak awal 2025. Lebih dari 10% populasi mengalami kelaparan akut, dengan 20% ibu hamil dan menyusui dalam kondisi parah.
“Krisis makin buruk karena blokade bantuan. Gaza butuh solusi berkelanjutan, bukan sekadar drops udara,” tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.