JAKARTA, Newsantara.co – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada triwulan II 2025, dengan posisi mencapai US$433,3 miliar atau tumbuh 6,1% (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan I 2025 yang tumbuh 6,4% (yoy).
ULN Pemerintah Meningkat, Swasta Kontraksi
ULN pemerintah naik signifikan menjadi US$210,1 miliar (10% yoy), didorong aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN). Sementara ULN swasta turun 0,7% (yoy) menjadi US$194,9 miliar, terutama di sektor non-keuangan.
Dominasi Utang Jangka Panjang Jaga Stabilitas
Struktur ULN tetap sehat dengan 85% utang jangka panjang. Rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 30,5%, menunjukkan pengelolaan yang prudent. Sektor prioritas pemerintah meliputi kesehatan (22,3%), administrasi negara (19%), dan pendidikan (16,4%).
BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi
BI menegaskan komitmen menjaga stabilitas ULN melalui pengawasan ketat dan optimalisasi pembiayaan pembangunan. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.