NEWSANTARA.CO – Selain konsumsi garam berlebihan, tekanan darah tinggi ternyata bisa dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang jarang disadari. Berikut enam faktor tak terduga yang bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah, berdasarkan penelitian dari WebMD:
1. Kesepian Bisa Tingkatkan Tekanan Darah
Rasa kesepian bukan sekadar masalah psikologis. Studi membuktikan, tekanan darah sistolik bisa naik 14 poin dalam 4 tahun pada orang yang merasa terisolasi. Penyebabnya? Stres emosional dan ketakutan akan penolakan memicu penyempitan pembuluh darah.
2. Rasa Sakit Mendadak Memicu Hipertensi
Cedera atau nyeri akut—bahkan sekadar merendam tangan di air es—bisa membuat tekanan darah melonjak. Sistem saraf merespons dengan mempercepat detak jantung dan mengecilkan pembuluh darah. Jika sering terjadi, risiko hipertensi jangka panjang meningkat.
3. Suplemen Herbal Justru Berbahaya
Ginseng dan ginkgo biloba sering dianggap aman, tapi nyatanya bisa meningkatkan tekanan darah atau mengurangi efektivitas obat hipertensi. Selalu konsultasi ke dokter sebelum minum suplemen herbal!
4. Menahan Buang Air Kecil Bikin Darah Naik
Menahan pipis lebih dari 3 jam bisa menaikkan tekanan darah 4 poin (sistolik) dan 3 poin (diastolik). Kebiasaan ini, jika terus dilakukan, berisiko memperburuk kesehatan jantung.
5. Dehidrasi Sebabkan Pembuluh Darah Menyempit
Kurang minum air memicu otak mengirim sinyal untuk menyempitkan pembuluh darah. Ginjal juga menahan cairan, sehingga tekanan pada pembuluh darah meningkat. Pastikan minum 8 gelas air per hari!
6. Berbicara dengan Emosi Picu Lonjakan Darah
Percakapan yang emosional—baik marah maupun bahagia—bisa meningkatkan tekanan darah sementara. Semakin tinggi tekanan darah normal seseorang, semakin besar pula lonjakannya saat berbicara.
Kesimpulan:
Tekanan darah tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh makanan asin. Kesepian, trauma, suplemen herbal, kebiasaan menahan pipis, dehidrasi, dan emosi saat bicara juga berperan besar. Mulailah perbaiki gaya hidup untuk mencegah risiko serangan jantung dan stroke!