Headlines

Impor Indonesia Melonjak Didorong Permintaan CPU dan Mobil Listrik

JAKARTA, Newsantara.co – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa impor barang modal Indonesia melonjak signifikan sebesar 20,56% pada periode Januari-Juli 2025. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa kenaikan ini terutama didorong oleh tingginya permintaan akan barang-barang teknologi dan pendukung industri masa depan, seperti Central Processing Unit (CPU), mobil listrik, dan ponsel pintar.

Berdasarkan data cumulatif, nilai impor Indonesia secara keseluruhan mencapai US$136,51 miliar atau tumbuh 3,41%. Struktur impor masih didominasi bahan baku/penolong (71%), diikuti barang modal (20,05%) dan barang konsumsi (8,94%).

Peningkatan impor barang modal ini menunjukkan geliat investasi dan transformasi industri di dalam negeri. Kami melihat adanya pergeseran permintaan ke produk-produk berteknologi tinggi dan ramah lingkungan,” jelas Budi Santoso dalam pernyataan resminya, Rabu (3/9/2025).

Komoditas Impor yang Menyumbang Kenaikan Tertinggi:

  • Barang Modal: CPU, mobil listrik, peralatan navigasi kapal, dan perangkat penerima sinyal.
  • Bahan Baku: Emas batangan, biji kakao, dan bahan kimia untuk industri elektronik.
  • Non-Migas: Kakao (naik 148,22%), logam mulia & perhiasan (87,67%), serta garam dan semen (69,16%).

Sementara itu, impor barang konsumsi justru mengalami penurunan sebesar 2,47%, khususnya pada produk seperti bahan bakar diesel, AC ruangan, dan bawang putih.

Mitra Utama dan Negara dengan Pertumbuhan Import Tercepat:
Indonesia masih mengandalkan Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat sebagai tiga pemasok non-migas terbesar dengan kontribusi gabungan 52,65%. Namun, pertumbuhan import tercepat justru datang dari Ekuador (135,25%), Uni Emirat Arab (79,10%), dan Kanada (33,43%).

Pada Juli 2025 saja, nilai impor tercatat US$20,58 miliar, yang mengalami kenaikan bulanan (month-to-month) sebesar 6,43% dibanding Juni 2025.