Headlines

Massa Geruduk Rumah Netanyahu Minta Lanjutkan Negosiasi Pembebasan Sandera

TEL AVIV, Newsantara.co – Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar-besaran, Sabtu (7/9/2025), untuk mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera membuat kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas. Aksi protes berpusat di dua lokasi: long march ke kediaman Netanyahu di Yerusalem dan perkumpulan massa di Hostage Square, Tel Aviv.

Aksi ini dipicu peringatan keras dari keluarga tawanan. Mereka menyatakan bahwa rencana pendudukan militer di Kota Gaza justru akan membahayakan nyawa para sandera, bukan menyelamatkan mereka.

Para pengunjuk rasa berjalan dari Jembatan Chords menuju rumah Netanyahu. Mereka membawa spanduk dengan tulisan “Cukup” dan “Bawa Mereka Pulang Sekarang“.

Netanyahu harus mengakhiri mimpi buruk ini dan membawa semua sandera pulang,” seru Vicky Cohen, ibu dari salah satu tawanan, Nimrod Cohen, seperti dikutip dari Channel 12.

Sementara itu, laporkan Yedioth Ahronoth, ribuan orang lainnya memadati Hostage Square di Tel Aviv. Unjuk rasa serupa juga terjadi di Persimpangan Karkur, Haifa, yang diikuti sekitar 1.000 orang.

Konflik ini berawal dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan sekitar 250 warga Israel diculik ke Gaza. Pemerintah Israel memperkirakan masih ada 50 sandera yang tertahan, dengan 20 di antaranya dikonfirmasi masih hidup.

Demonstrasi ini terjadi di hari ke-700 perang di Gaza, yang menurut data kesehatan setempat, telah menewaskan lebih dari 64.300 warga Palestina dan memicu krisis kelaparan parah. Netanyahu juga menghadapi surat perintah penangkapan dari ICC atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.