PADANG, Newsantara.co – Gunung Marapi mengalami erupsi pada Senin pagi, (8/9/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 1.000 meter dari puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menyatakan erupsi terjadi pukul 09.06 WIB. “Amplitudo gempa tercatat maksimum 30,4 mm dengan durasi sekitar 51 detik,” jelas Rifandi. Abu berwarna putih hingga kelabu teramati condong ke arah timur dengan intensitas tebal.
PVMBG mempertahankan status Gunung Marapi pada Level II (Waspada). Mereka mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan darurat:
- Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah.
- Warga yang bermukim di aliran sungai berhulu di Gunung Marapi diminta waspada terhadap ancaman banjir lahar dingin, terutama saat hujan.
- Jika terjadi hujan abu, masyarakat diharuskan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
Peringatan ini mengingatkan pada peristiwa mematikan banjir lahar dingin pada 11 Mei 2024 yang lalu. PVMBG dan PGA terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Marapi secara ketat.