Headlines

Elon Musk Sebut Utang AS Sudah Tidak Mungkin Terbayarkan

NEW YORK, Newsantara.co – Elon Musk, orang terkaya di dunia, memberikan pernyataan mengejutkan tentang ekonomi Amerika Serikat. Dalam sebuah konferensi, Musk menyatakan bahwa utang nasional AS sudah berada dalam kondisi “tidak bisa bayarkan” atau “beyond repair”.

Musk mengungkapkan, beban utang AS telah mencapai US$37 triliun. Yang lebih mencengangkan, bunga yang harus dibayar untuk utang tersebut bahkan melampaui anggaran belanja Departemen Pertahanan AS.

Utang nasional kita sangat gila besarnya. Kalau AI dan robot tidak bisa menyelesaikan masalah ini, kita tamat,” tegas Musk seperti dikutip dari Forbes, Jumat (12/9/2025).

Pernyataan tersebut langsung ia bagikan ulang di platform sosial miliknya, X (sebelumnya Twitter), disertai kritik pedas bahwa pemerintahan AS sudah “tidak bisa diperbaiki lagi” dan “Utang nasional kita sangat gila besarnya,” tegas Musk seperti dikutip dari Forbes, Jumat (12/9/2025)..

Sebagai alternatif dari sistem keuangan tradisional, Musk kembali menyinggung potensi besar Bitcoin. Ia mengonfirmasi minatnya untuk mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari platform ekonomi partai politik baru yang ia wacanakan, “America Party”.

Uang fiat itu tidak ada harapan, jadi jawabannya ya,” tulis Musk, mengisyaratkan peralihan dari mata uang konvensional seperti Dolar AS.

Analis pasar melihat komentar Musk ini sejalan dengan kinerja Bitcoin dan emas yang sedang menguat. Pasar kripto secara keseluruhan terdongkrak imbas ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pekan depan.

Banyak investor kini memandang Bitcoin sebagai lindung nilai yang kuat di tengah kekhawatiran atas utang pemerintah AS dan inflasi, membenarkan pandangan jauh ke depan yang diusung oleh Elon Musk.