Headlines

Pemerintah Dorong Pengembangan Industri Gim Lokal yang Berdaya Saing Global

JAKARTA, Newsantara.co – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong percepatan pengembangan industri gim dalam negeri agar mampu bersaing di kancah global. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala KSP Muhammad Qodari dalam acara DGVeRS 2025 di Jakarta Selatan, Sabtu (20/9/2025).

Qodari menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen pasif untuk produk-produk gim developer mancanegara. Meski memiliki basis pemain yang sangat masif, negara ini belum mampu memanfaatkan potensi ekonomi secara optimal.

Skala ekonomi gaming ini luar biasa. Namun, mengapa konglomerat gim besar justru berasal dari Singapura, bukan Indonesia? Padahal pemainnya banyak dari sini, tetapi yang menciptakan justru developer Singapura,” ujar Qodari.

Dia menyatakan bahwa setiap upaya untuk memajukan ekonomi digital Indonesia, termasuk di sektor industri gim, harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. “Ini adalah pekerjaan masa depan. Negara yang gagal bertransformasi digital akan tertinggal dan ini sangat riskan bagi negara berpenduduk besar seperti Indonesia,” tegasnya.

Data Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkuat pernyataan tersebut. Indonesia tercatat memiliki lebih dari 150 juta pemain gim aktif, menjadikannya pasar terbesar di Asia Tenggara dan peringkat 15 dunia.

Nilai pasar industri gim Indonesia diproyeksikan tembus Rp30 triliun pada tahun 2024. Sektor kreatif ini juga telah menyerap lebih dari 180.000 tenaga kerja, membuktikan kontribusinya yang nyata terhadap perekonomian nasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam kesempatan terpisah juga menyambut positif dorongan ini. “Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim yang kondusif bagi para developer game lokal untuk tumbuh dan go international,” jelasnya.