JAKARTA, Newsantara.co – Presiden Prabowo Subianto akan menjadi salah satu pembicara utama pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Dalam susunan acara, Presiden Indonesia itu dijadwalkan berbicara pada urutan ketiga, tepat setelah mantan Presiden AS Donald Trump.
Kehadiran Prabowo di podium perdana PBB ini menandai pertama kalinya dalam satu dekade terakhir seorang Kepala Negara Indonesia kembali berbicara di forum internasional paling bergengsi tersebut. Jadwal bicara yang sangat depan dinilai mencerminkan posisi strategis Indonesia yang semakin diperhitungkan di panggung global.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan, urutan pembicara tersebut adalah sebuah kebanggaan nasional. “Ini suatu kebanggaan bagi kita semua. Kita melihat pengaruh Indonesia yang semakin kuat di dunia internasional,” ujar Qodari dalam acara DGVeRS 2025 di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Pidato di Sidang Umum PBB ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Jepang dan Amerika Serikat, yang fokus pada penguatan kerja sama bilateral dan diplomasi ekonomi.
Momen bersejarah ini juga mengulangi jejak sang ayah, almarhum Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang pada 1948-1949 memimpin delegasi Indonesia di PBB di tengah perjuangan kemerdekaan. Kiprah diplomatik Prof. Sumitro, termasuk menggalang solidaritas Asia dan memprotes agresi militer Belanda di media internasional, telah membuka jalan menuju pengakuan kedaulatan Indonesia.
Setelah absen 10 tahun, kehadiran Presiden Prabowo di PBB dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa besar yang aktif membentuk masa depan global.