Headlines

Trump Klaim Israel Setuju Gencatan Senjata, Minta Hentikan Bombardir Gaza

WASHINGTON, Newsantara.co – Mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim Israel telah menyetujui penghentian sementara bombardir di Gaza. Pernyataan ini disampaikannya melalui platform Truth Social, sembari memberi tekanan keras kepada Hamas untuk segera menyetujui “kesepakatan damai 20 poin”.

Hamas harus bergerak cepat. Saya tidak akan menoleransi penundaan. Mari kita selesaikan ini, dengan cepat!” tulis Trump dalam unggahannya pada Sabtu (4/10/2025). Ia memperingatkan bahwa penolakan Hamas akan membuka konsekuensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Trump mengungkapkan, setelah melalui negosiasi, Israel telah menyetujui penarikan awal pasukannya. “Ketika Hamas mengonfirmasi, Gencatan Senjata akan segera diberlakukan. Pertukaran sandera dan tahanan akan dimulai,” tegasnya.

Proses Negosiasi Masih Berjalan

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan optimisme terkait pembebasan seluruh sandera “dalam beberapa hari mendatang“. Pernyataan ini disampaikannya menjelang dilanjutkannya pembicaraan tidak langsung dengan Hamas di Mesir pada Senin (6/10/2025).

Netanyahu mengonfirmasi telah mengirim delegasi ke Mesir untuk memfinalisasi detail teknis. “Tujuan kami adalah untuk membatasi negosiasi ini dalam jangka waktu beberapa hari,” ujarnya dalam pernyataan singkat.

Desakan Internasional dan Isi Rencana Damai

Masyarakat internasional menyambut baik respons Hamas yang telah menerima usulan gencatan senjata secara umum. Berbagai pihak mendorong kedua belah pihak untuk memanfaatkan momen ini guna mengakhiri perang dan meringankan penderitaan warga sipil.

“Rencana 20 poin” yang diusung Trump menguraikan skenario komprehensif pascakonflik:

  • Gencatan senjata ditukar dengan pembebasan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dalam 72 jam.
  • Penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza.
  • Pembebasan ratusan tahanan Palestina oleh Israel.
  • Demiliterisasi Gaza dan pengawasan internasional untuk rekonstruksi.
  • Eksklusinya Hamas dari struktur pemerintahan Gaza di masa depan.

Situasi ini terus berkembang dengan tekanan tinggi bagi Hamas untuk segera memutuskan, sementara harapan untuk gencatan senjata yang berkelanjutan mulai mengemuka.