KUPANG, Newsantara.co — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih berada pada level tinggi. Data pemantauan mingguan PVMBG mencatat ribuan gempa vulkanik, didominasi oleh 2.001 kali gempa erupsi dan 1.938 kali gempa hembusan.
“Energi kegempaan yang kami estimasi menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan meningkat,” jelas Pengamat Gunung Api Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, di Kupang, Selasa (7/10/2025).
Ia menambahkan, alat pengukur deformasi (EDM) juga mengindikasikan bahwa tekanan di dalam tubuh gunung api ini masih terus berlangsung.
Secara visual, gunung ini masih kerap mengeluarkan hembusan abu dan erupsi dengan kolom setinggi 600-1.000 meter. Suara dentuman dan gemuruh juga dilaporkan kembali meningkat. Aliran lava yang mengarah ke sektor selatan, tenggara, dan barat, saat ini mulai melambat bahkan cenderung berhenti.
“Meski aliran lava melambat, lontaran material pijar masih terjadi dengan jarak maksimal sekitar 1.500 meter, yang sebelumnya memicu kebakaran vegetasi di lereng gunung,” papar Stanislaus.
PVMBG menegaskan dominasi gempa erupsi dan hembusan menunjukkan aktivitas vulkanik masih kuat di bagian dangkal. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan dan mewaspadai potensi hujan abu serta guguran material pijar dari puncak gunung. Status Gunung Ili Lewotolok tetap pada Level III (Siaga).