Headlines

Fenomena Bediding Landa Indonesia: Suhu Dingin Ekstrem Kering di Masa Kemarau

BMKG Ungkap Penyebab & Daftar Daerah Terdingin

JAKARTA, Newsantara.co – Warga di sejumlah wilayah Indonesia mengeluhkan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. BMKG menyebut fenomena ini sebagai Bediding, yang biasa terjadi saat puncak musim kemarau.

Siang hari tetap terik, tapi pagi dan malam sangat dingin. Ini ciri khas musim kemarau,” jelas BMKG.

Apa Itu Bediding?

Bediding adalah kondisi udara dingin ekstrem yang terjadi di musim kemarau, terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi seperti Dieng, Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Fenomena ini dipicu oleh dua faktor utama:

  1. Langit Cerah Tanpa Awan – Panas bumi lebih mudah lepas ke atmosfer, sehingga suhu turun drastis.
  2. Angin Monsun Timur dari Australia – Membawa udara kering dan dingin, memperparah penurunan suhu, khususnya di Indonesia bagian selatan.

Daftar Daerah dengan Suhu Terdingin (1-13 Juli 2025)

BMKG mencatat rekor suhu minimum terendah di beberapa wilayah:

  • Manggarai (NTT): 11,2°C
  • Paniai (Papua Tengah): 13,2°C
  • Pasuruan (Jawa Timur): 14,3°C
  • Silangit (Sumatra Utara): 14,8°C

BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Fenomena Bediding diprediksi berlangsung hingga September 2025. Meski tidak berbahaya, BMKG memberikan sejumlah imbauan:
Tingkatkan imunitas dengan nutrisi dan minuman hangat.
Gunakan pelembab kulit untuk hindari kekeringan.
Waspadai potensi banjir & longsor di daerah yang masih berpotensi hujan.