JAKARTA, Newsantara.co – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kebijakan Presiden Prabowo mengizinkan rumah sakit (RS) asing beroperasi di Indonesia bakal memperluas akses layanan kesehatan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Presiden ingin RS asing berinvestasi di Indonesia agar masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri dengan biaya mahal,” tegas Budi usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, kehadiran RS asing tidak hanya memudahkan masyarakat mendapatkan perawatan kelas dunia, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja bagi tenaga kesehatan lokal.
“RS asing wajib melibatkan dokter dan perawat Indonesia. Ini kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas SDM kesehatan sekaligus menyerap tenaga kerja,” jelas Budi.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Prabowo dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa, di Brussels pekan lalu. Prabowo menegaskan, Indonesia membuka investasi asing di sektor kesehatan, termasuk pembukaan cabang RS dan klinik internasional.
“Jika perjanjian CEPA dengan Uni Eropa terlaksana, RS Eropa bisa segera hadir di Indonesia,” tandas Prabowo. Langkah ini bagian dari strategi pemerintah menarik investasi asing di sektor strategis, termasuk kesehatan.
Dampak Positif:
- Akses kesehatan global – Masyarakat bisa mendapatkan layanan medis berstandar internasional tanpa harus ke luar negeri.
- Peningkatan SDM lokal – Tenaga kesehatan Indonesia mendapat peluang bekerja dan belajar di RS berteknologi canggih.
- Dorongan ekonomi – Investasi asing di sektor kesehatan memperkuat pertumbuhan industri medis nasional.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka medical tourism sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam negeri.