JAKARTA, Newsantara.co – Indonesia semakin serius dalam mengembangkan energi nuklir dengan dukungan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) dari Rusia dan Prancis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat penguasaan teknologi nuklir, baik untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun aplikasi non-energi seperti kedokteran dan pangan.
Dukungan Rusia: Penguatan SDM dan Fasilitas Nuklir
Rusia, melalui Tomsk Polytechnic University (TPU) dan perusahaan nuklir Rosatom, akan membantu Indonesia dalam:
- Peningkatan kapasitas peneliti, dosen, dan mahasiswa di bidang teknologi nuklir.
- Revitalisasi fasilitas nuklir di Puspiptek, Serpong, termasuk pengembangan radiofarmasi dan penelitian berbasis radiasi.
- Program pertukaran akademik untuk memperdalam keahlian SDM Indonesia.
Edy Giri Rachman Putra, Deputi SDM BRIN, menyatakan bahwa kerja sama ini akan mempercepat penguasaan teknologi nuklir Indonesia. Sementara Anna Belokoneva (Head of Rosatom Indonesia) menilai fasilitas nuklir di Serpong memiliki potensi besar untuk pengembangan riset dan industri berbasis nuklir.
Minat Prancis dalam Pembangunan PLTN
Prancis juga menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi dalam proyek energi nuklir Indonesia. Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Prancis siap mendukung pembangunan PLTN di Indonesia.
Beberapa poin penting dari rencana ini:
- Pembangunan PLTN kapasitas 500 MW sebagai tahap awal, yang nantinya akan ditingkatkan hingga 10 GW.
- Lokasi PLTN belum ditetapkan, tetapi sebagian besar akan dibangun di Indonesia bagian Barat, dengan kemungkinan perluasan ke wilayah Timur.
- Penerapan AI dan sistem komputer untuk mengurangi risiko human error, mengacu pada insiden nuklir sebelumnya seperti Chernobyl dan Fukushima.
Target Energi Bersih Indonesia
Berdasarkan RUPTL 2025-2034, pemerintah berencana membangun 69,5 GW pembangkit listrik baru dalam 10 tahun ke depan, dengan 76% berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Nuklir diharapkan menjadi salah satu pilar transisi energi Indonesia menuju ketahanan dan kemandirian energi.
Dengan dukungan Rusia dan Prancis, Indonesia tidak hanya mengembangkan PLTN, tetapi juga memanfaatkan teknologi nuklir untuk sektor kesehatan, pangan, dan keamanan nasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.