SUKABUMI, Newsantara.co – Pemerintah melalui Menko PMK Pratikno secara terbuka mengakui adanya kegagalan sistem dalam kasus meninggalnya balita Raya (4) akibat komplikasi cacingan di Sukabumi. Pernyataan ini menegaskan respons pemerintah atas tragedi yang menyentak nasional itu.
Menko PMK menyatakan kasus ini merupakan “alarm nasional” bagi layanan kesehatan dasar dan kondisi sanitasi di Indonesia.
“Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut kondisi rumah, sanitasi, dan lingkungan sekitar. Kami akui ini adalah pelajaran pahit,” tegas Pratikno dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (22/7/2025).
Tim Gerak Cepat Diterjunkan
Merespon kejadian tersebut, pemerintah langsung mengirim tim ke lokasi untuk penanganan cepat. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keluarga korban yang tidak memiliki dokumen kependudukan.
“Melalui koordinasi lintas kementerian, kami segera terbitkan KTP dan Kartu Keluarga, serta daftarkan mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan,” jelas Pratikno.
Langkah Konkret Pencegahan
Pratikno memaparkan sejumlah langkah fundamental pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang:
- Pendampingan Aktif: Pemerintah desa dan posyandu harus aktif mendaftarkan warga ke BPJS, baik melalui bantuan iuran (PBI) pusat/daerah maupun penggunaan dana desa.
- Perubahan SOP Kesehatan: Pemberian obat cacing harus diminum di depan petugas posyandu/puskesmas, bukan dibawa pulang.
- Jaminan Rujukan: Proses rujukan pasien dari puskesmas ke rumah sakit harus dipastikan sampai, termasuk mengatasi kendala biaya transportasi.
- Perbaikan Lingkungan: Beberapa kementerian akan bergerak bersama untuk program perbaikan sanitasi dan renovasi rumah tidak layak huni di Sukabumi.
Pratikno menegaskan, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi darurat dengan Menkes, Mendagri, dan sejumlah menteri terkait. Program perbaikan di Sukabumi dipastikan akan segera dimulai pekan depan.
“Kita harus jadikan ini pelajaran besar. Kita kawal bersama, tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang mengalami nasib serupa,” pungkasnya.