58 Warga Palestina di Gaza Tewas Saat Umat Kristen Peringati Jumat Agung
RAFAH, Newsantara.co – Serangan Israel di Gaza menewaskan 58 warga Palestina dalam sehari, bertepatan dengan peringatan Jumat Agung oleh umat Kristen di wilayah yang terkepung itu. Korban tersebar di seantero Gaza, termasuk Khan Younis dan Rafah, menurut laporan medis kepada Al Jazeera.
Militer Israel mengaku sedang beroperasi di Shaboura, Tal as-Sultan, dan Gaza utara. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan kembali tujuan perang.
“Kami akan terus berjuang hingga kemenangan mutlak, pembebasan sandera, dan kekalahan Hamas,” dalam pernyataan resmi militer zionis Israel.
Di tengah serangan, umat Kristen Gaza tetap menggelar ibadah tenang jelang Paskah. Ihab Ayyad, seorang jemaat gereja lokal, mengungkapkan duka. “
Tahun ini kami tak bisa berkunjung ke rumah tetangga—banyak yang hancur atau ditinggalkan. Banyak kerabat kami syahid atau mengungsi,” ujar Ramez al-Soury.
Ramez al-Soury, yang biasanya merayakan Pekan Suci di Betlehem, kini menghadapi “suasana perang dengan aroma kematian di mana-mana.” Namun, komunitas Kristen Gaza tetap beribadah di gereja kuno, memegang teguh iman di tengah kekerasan.
Kekerasan Tembus Tepi Barat
Di Tepi Barat, 50.000 umat Kristen Palestina menghadapi pembatasan perjalanan ke Yerusalem. Pemukim Israel juga menyerang warga Palestina di Biddya dan Beita, melukai seorang warga dan memicu pengungsian.
PBB mencatat, sejak Oktober 2023, kekerasan pemukim dan militer Israel telah mengusir 40.000 warga Palestina di Tepi Barat. (Red.)
(Sumber: Al Jazeera)