Headlines

Gubernur Jabar Pastikan Lebih Banyak Anak Nakal yang Dikirim ke Wajib Militer

Dedi Mulyadi Tegaskan Program Siswa Nakal Dibina di Barak Militer untuk Bentuk Karakter Disiplin

BANDUNG, Newsantara.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membela kebijakan kontroversial mengirim siswa bermasalah ke barak militer untuk pembinaan karakter. Ia menegaskan langkah ini sebagai solusi konkret menghadapi kenakalan remaja, seperti tawuran, bolos sekolah, hingga kecanduan game dan narkoba.

“Program ini bukan hukuman, tapi upaya menyelamatkan generasi muda. TNI akan membina mereka selama enam bulan dengan kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan,” tegas Dedi saat kunjungan ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Purwakarta, Sabtu (3/5).

Dedi menyebut kriteria siswa yang akan dibina meliputi pelaku tawuran, pemabuk, pecandu gadget, hingga yang sering melawan orang tua. “Mereka dijemput langsung TNI dari rumah, dibina di 30-40 barak khusus tanpa ganggu sekolah formal,” jelasnya.

Menanggapi pro-kontra, ia menggarisbawahi bahwa program serupa sudah ada, seperti Paskibraka. “Ini bukan latihan perang, tapi penguatan PBB dan karakter. Orang tua yang kewalahan justru banyak mendukung,” ujarnya.

Pemprov Jabar akan jalankan program bertahap, dimulai dari daerah rawan. Pendanaan berasal dari kerja sama pemkab/pemkot. “Kita butuh keberanian pemimpin untuk hadapi masalah, bukan sekadar kritik,” papar Dedi. (Red.)