DEIR AL-BALAH, Newsantara.co – Tentara Israel menembaki warga Palestina yang sedang mengantre bantuan makanan di Gaza, Minggu (3/8/2025). Serangan brutal itu menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai puluhan lainnya.
Saksi mata melaporkan, pasukan Israel melepaskan tembakan membabi buta ke arah kerumunan warga kelaparan yang mendekati lokasi distribusi bantuan. Tiga korban tewas di dekat Yousef Abed, seorang pengungsi yang ikut mengantre.
“Peluru terus menerjang. Saya tidak bisa menolong mereka yang terjatuh berlumuran darah,” kata Yousef.
Rumah Sakit Nasser di Gaza Selatan kebanjiran jenazah. Delapan korban berasal dari Teina, sementara sembilan lainnya ditembak di dekat Koridor Morrag. RS Awada juga menerima lima jenazah dan 27 korban luka dari sekitar lokasi bantuan di Netzarim.
Bantuan Jadi Medan Maut
Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang didukung AS dan Israel, mengelola distribusi bantuan ini. Namun, warga justru menghadapi kekerasan ekstrem saat mencoba mendapatkan makanan.
“Pasukan Israel menembak untuk mengusir kami. Beberapa orang tertembak saat kami lari,” tutur Hamza Matter, saksi mata.
PBB mencatat, 859 warga Palestina tewas di dekat titik-titik bantuan GHF sejak Mei 2025. Israel dan GHF membantah angka tersebut, klaim mereka hanya menembak peringatan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan korban terus berjatuhan.
Blokade dan serangan Israel selama dua tahun terakhir telah memicu krisis kelaparan parah di Gaza. Kini, upaya mencari makanan pun berubah menjadi pertaruhan nyawa.