Headlines

Bantah Prediksi Kiamat, Tapi Ahli NASA Akui Matahari Bisa Saja Terbit dari Barat

JAKARTA, Newsantara.co – Seorang ahli dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi bahwa fenomena Matahari terbit dari barat merupakan kejadian yang bisa saja terjadi dalam ilmu astronomi. Penegasan ini muncul menanggapi sebuah unggahan viral yang menyebut NASA memprediksi peristiwa tersebut sebagai pertanda kiamat.

Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA, membenarkan bahwa fenomena pembalikan medan magnet (magnetic reversal) memang dapat terjadi dan telah para ilmuwan pelajari. Meski demikian, ia dengan tegas membantah bahwa NASA pernah mengeluarkan prediksi terkait akhir umat manusia.

Fenomena pembalikan magnet adalah nyata, namun ini tidak berarti Bumi akan berputar ke arah berlawanan dalam waktu dekat, atau sama dengan tanda-tanda kiamat,” jelas Inclan, seperti dikutip Sabtu (23/8/2025).

NASA Mencontohkan Bukti di Planet Venus

NASA menjelaskan bahwa bukti Matahari terbit dari barat justru dapat manusia saksikan di planet tetangga Bumi, yaitu Venus. Planet ini memang berotasi secara retrograde, atau berputar ke arah belakang.

Ahli NASA menerangkan bahwa satu hari di Venus justru lebih lama dari satu tahunnya. Planet tersebut membutuhkan waktu 243 hari Bumi untuk menyelesaikan satu rotasi, tetapi hanya 225 hari untuk mengelilingi Matahari. Kondisi unik inilah yang menyebabkan Matahari terbit dari barat di Venus dan hanya muncul dua kali dalam satu tahun Venus.

Kesimpulan Ahli NASA untuk Bumi

Para ahli menegaskan bahwa pembalikan medan magnet Bumi merupakan siklus geologis yang berlangsung sangat lambat, dalam skala ratusan ribu tahun. Proses ini tidak akan menyebabkan rotasi Bumi secara tiba-tiba berbalik arah.

Jadi, kesimpulan akhir dari penjelasan ahli NASA adalah: Fenomena “Matahari terbit dari barat” secara astronomis memang terjadi di planet lain, tetapi bukanlah pertanda kiamat dan tidak akan terjadi di Bumi dalam skala waktu dekat.