NEW YORK, Newsantara.co – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan Israel memblokir, menghambat, atau menunda hampir setengah dari seluruh misi bantuan kemanusiaannya ke Gaza dalam sepekan terakhir. Data terbaru menunjukkan eskalasi krisis kemanusiaan yang semakin parah di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan 41% dari 89 rencana distribusi bantuan mengalami gangguan dari pihak Israel. Rinciannya, 26% konvoi yang telah disetujui ternyata dihambat di lapangan, 8% ditolak langsung, dan 7% terpaksa ditarik kembali oleh penyelenggara.
“Penundaan ini terus berlanjut. Konvoi yang sudah disetujui pun harus menunggu berjam-jam di jalanan yang berbahaya, padat, dan nyaris tidak dapat dilalui,” tegas Dujarric.
Dia menambahkan, dari 23 misi yang terhambat, hanya lima yang akhirnya dapat dieksekusi. Delapan belas misi lainnya gagal menyalurkan bantuan penting, termasuk evakuasi pasien kritis.
PBB juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas rencana serangan Israel ke wilayah lain di Kota Gaza. Dujarric memperingatkan bahwa serangan besar-besaran akan berakibat dahsyat dan memperburuk kondisi seluruh Jalur Gaza.
Lebih dari 60.000 pengungsi telah meninggalkan Kota Gaza, dengan 1.300 orang tercatat mengungsi ke selatan hanya dalam dua hari awal pekan ini. Sejak pertengahan Agustus, total perpindahan warga dari utara ke selatan telah mencapai 20.000 orang.
“Ratusan ribu keluarga di Gaza kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, berhimpitan, dan tidak aman di berbagai lokasi pengungsian,” pungkas Dujarric, menggambarkan situasi kemanusiaan yang disebutnya tidak bermartabat.