JAKARTA, Newsantara.co — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memerintahkan seluruh pemerintah daerah (Pemda) bergerak cepat menstabilkan harga pangan, terutama beras, untuk tekan inflasi di bawah 3,5%.
Tito menegaskan hal ini dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Harga Beras, Jumat (5/9/2025), yang dihadiri Menteri Pertanian, Kepala Bulog, Kepala Bapanas, serta seluruh pejabat daerah.
“Operasi pasar harus diintensifkan minimal dua minggu sekali dengan menyalurkan beras SPHP dari Bulog. Prioritaskan untuk masyarakat miskin di 214 daerah yang harganya masih tinggi,” tegas Tito.
Mendagri mengungkapkan, program penyaluran beras SPHP Juli-Desember 2025 menargetkan 1,3 juta ton dengan harga terjangkau:
- Zona 1 (Jawa, Lampung, dll): Rp12.500/kg
- Zona 2 (Sumatera, Kalimantan, dll): Rp13.100/kg
- Zona 3 (Maluku, Papua): Rp13.500/kg
Tito juga mendorong Pemda gunakan skema kontinjensi Bulog, yaitu pembayaran setelah beras terjual. Ia menyatakan langkah ini mulai berdampak, terlihat dari penurunan harga di 58 kabupaten/kota pada Agustus lalu.
Selain beras, Tito mengingatkan kewaspadaan terhadap harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih yang masih tinggi, guna menjaga laju inflasi yang saat ini tercatat 2,31% (tahunan) dan mengalami deflasi -0,08% (bulanan).