NEWSANTARA.CO – Sebuah studi terbaru dalam jurnal Neurology (3 September 2025) mengungkap fakta mengejutkan: konsumsi pemanis buatan berpotensi mempercepat penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan kefasihan verbal hingga 173% lebih cepat. Temuan ini memicu peringatan penting bagi generasi di bawah 60 tahun dan penderita diabetes.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Claudia Kimie Suemoto dari Universitas São Paulo ini menganalisis data 12.772 orang dewasa Brasil (rata-rata usia 52 tahun) selama 8 tahun. Tim meneliti tujuh jenis pemanis rendah/nol kalori: Aspartam, Sakarin, Xilitol, Eritritol, Sorbitol, Tagatosa, dan Acesulfam K.
Hasil Studi: Dampak Nyata pada Otak
Peserta dibagi tiga kelompok berdasarkan tingkat konsumsi: Rendah (20 mg/hari), Sedang (66 mg/hari), dan Tinggi (191 mg/hari). Kelompok konsumsi sedang mengalami penurunan daya ingat 35% lebih cepat dan penurunan kefasihan verbal 110% lebih cepat. Sementara kelompok konsumsi tinggi mengalami penurunan daya ingat 62% lebih cepat dan penurunan verbal 173% lebih cepat.
Efek ini setara dengan penuaan otak tambahan 1,6 tahun. Yang mengkhawatirkan, dampak terbesar terlihat pada orang berusia di bawah 60 tahun dan penderita diabetes.
Mekanisme: Peradangan Otak dan Gangguan Mikrobioma Usus
Menurut Dr. Rebecca Solch-Ottaiano (Universitas Tulane), pemanis buatan mengubah komposisi mikrobioma usus dan memicu peradangan. Dr. David Perlmutter, ahli saraf, menambahkan bahwa peradangan ini mengaktifkan sel mikroglia di otak yang merusak—meningkatkan risiko Alzheimer, Parkinson, dan demensia.
Diabetes memperparah kondisi ini karena metabolisme yang sudah terganggu menjadi semakin inflamatif dengan tambahan pemanis buatan.
Rekomendasi Ahli: Batasi Pemanis, Beralih ke Alternatif Alami
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat langsung, namun menunjukkan korelasi yang signifikan. Mereka menyarankan:
- Batasi atau hindari pemanis buatan bila memungkinan.
- Jangan mengganti pemanis buatan dengan gula berlebihan—gula juga berisiko bagi kesehatan otak.
- Latih indra perasa untuk mengurangi rasa manis secara bertahap.
- Perbanyak konsumsi makanan utuh kaya serat untuk dukung kesehatan usus dan otak.
- Jika harus menggunakan pemanis, pilih yang alami dan minimally processed seperti stevia atau tagatosa.
Studi ini menyoroti urgensi pemilihan asupan yang lebih alami untuk melindungi kesehatan kognitif jangka panjang.