TAIPEI, Newsantara.co – Topan Ragasa, topan ke-18 musim ini, memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor yang parah di Taiwan, khususnya wilayah timur. Otoritas setempat pada Rabu (24/9/2025) mengonfirmasi sedikitnya 14 orang tewas dan 124 orang lainnya dinyatakan hilang.
Badan Penanggulangan Bencana Taiwan melaporkan, banyak dari korban tewas merupakan lansia yang terjebak di dalam rumah mereka di Kota Guangfu, Kabupaten Hualien, saat banjir menerjang. Mereka diduga tidak sempat menyelamatkan diri.
Bencana semakin parah setelah sebuah danau bendungan alam di Hualien jebol. Luapannya mengirimkan air bah ke daerah hilir, merusak fasilitas publik dan permukiman warga. Media lokal menyiarkan permintaan tolong darurat dari warga yang terdampak.
Menteri Dalam Negeri Taiwan, Liu Shyh-fang, langsung memerintahkan instansi terkait untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan. “Prioritas kami adalah mengevakuasi korban, memulihkan layanan dasar, dan menyalurkan bantuan secepatnya agar masyarakat Hualien dapat beraktivitas normal,” tegas Liu, Selasa malam.
Peringatan cuaca ekstrem masih berlaku. Badan Meteorologi Taiwan memprediksi kawasan sekitar danau bendungan itu akan diguyur hujan ekstrem mencapai 700-800 milimeter hingga Kamis (25/9/2025). Topan Ragasa tercatat melintas di selatan Taiwan tanpa mendarat, namun tetap menyebabkan lebih dari 30 orang luka-luka.