Tank Israel Perluas Serangan Darat ke Pusat Gaza, Krisis Kemanusiaan Kian Parah

GAZA, Newsantara.co — Tank-tank Israel menerobos masuk ke jantung permukiman padat penduduk di Kota Gaza, Minggu (28/9/2025), memperdalam ofensif darat yang memicu lonjakan korban jiwa warga sipil dan memutus akses bantuan kemanusiaan.

Layanan Darurat Sipil Gaza melaporkan, pasukan Israel secara aktif menyerbu kawasan Sabra, Tel Al-Hawa, Sheikh Radwan, dan Al-Naser. Serangan ini memutus 73 permintaan evakuasi medis dan memaksa empat fasilitas kesehatan untuk menutup operasinya.

Kami kewalahan. Panggilan darurat menumpuk, tetapi kami tidak bisa menjangkau lokasi karena tembak yang terus berlangsung dan blokade tank,” ujar seorang koordinator layanan darurat, dikutip dari laporan kesehatan setempat.

Korban Jiwa Berjatuhan, Akses Bantuan Terputus

Dalam 24 jam terakhir, serangan udara Israel menghantam 140 target di seluruh Gaza. Serangan di wilayah Al-Naser dan Gaza Tengah saja menewaskan sedikitnya 21 warga sipil. Angkatan Udara Israel mengklaim berhasil menembak jatuh lima militan yang menembakkan rudal anti-tank.

Krisis kemanusiaan semakin mengerikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat empat rumah sakit di Kota Gaza tutup pada September ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga melaporkan sejumlah pusat penanganan gizi buruk terpaksa berhenti beroperasi.

Diplomasi Mandek, Pengungsian Massal Terus Berlanjut

Di tengah eskalasi, Hamas menyatakan belum menerima proposal gencatan senjata baru dari mediator. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyinyalir kemungkinan tercapainya “kesepakatan mengenai Gaza”.

Program Pangan Dunia memperkirakan 350.000–400.000 warga telah mengungsi dari Kota Gaza sejak Agustus. Namun, ratusan ribu warga lainnya masih bertahan di tengah kepungan militer dan kondisi hidup yang semakin menyempit.

Data otoritas kesehatan Gaza mencatat, ofensif Israel selama dua tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, mengusir jutaan orang dari rumah mereka, dan melumpuhkan sistem kesehatan di wilayah tersebut.