JAKARTA, Newsantara.co – Presiden AS Donald Trump mengancam mendeportasi Elon Musk setelah CEO Tesla itu mengkritik tajam RUU fiskal terbaru pemerintah. Ancaman ini memicu ketegangan baru di antara dua tokoh yang sebelumnya sempat bersahabat.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyindir Musk dengan mengatakan, “Tanpa subsidi, Elon mungkin harus menutup usahanya dan pulang ke Afrika Selatan.” Ia juga mengancam mencabut insentif pemerintah untuk Tesla dan SpaceX.
Musk sebelumnya mengecam RUU yang diajukan Trump sebagai “gila” dan “perbudakan utang”. Ia bahkan mengancam membentuk partai politik baru bernama America Party jika RUU itu disahkan.
“Setiap anggota Kongres yang mendukung utang terbesar dalam sejarah AS harus malu!” tulis Musk di platform X.
Trump membalas dengan sindiran pedas, “DOGE mungkin harus kembali dan memangsa Elon,” merujuk pada Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang pernah dipimpin Musk. Saat ditanya soal deportasi, Trump menjawab, “Kita lihat saja.”
RUU ini akhirnya lolos Senat dengan selisih tipis (51-50), setelah tiga senator Republik bergabung dengan Demokrat menolaknya. RUU ini memangkas program sosial, perpanjang pemotongan pajak, dan tambah utang nasional US$3,3 triliun.
Membalas ancaman Trump, Musk hanya berkomentar, “Begitu menggoda untuk eskalasi, tapi saya akan menahan diri.”
Ketegangan ini ironis, mengingat Maret lalu Trump memamerkan Tesla Model S di Gedung Putih dan mendorong penggemarnya beli mobil listrik. Kini, ia justru sebut “tidak mau mobil listrik” dan tuduh Musk marah karena insentif EV akan dihapus.