SOLO, Newsantara.co – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kecurigaan adanya agenda politik besar di balik isu ijazah palsu dan wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai isu-isu ini sengaja digulirkan untuk merusak reputasi politiknya.
“Saya merasa ada agenda besar politik di balik isu ijazah palsu dan pemakzulan Gibran. Ini upaya untuk menurunkan reputasi saya,” ujar Jokowi saat berbincang dengan wartawan di kediamannya di Solo, Senin (14/6/2025).
Meski demikian, Jokowi mengaku tetap tenang menghadapi situasi ini. “Saya tanggapinya biasa saja. Biar berjalan sesuai proses,” tambahnya.
Jokowi Mulai Khawatir
Analis politik Hendri Satrio (Hensa) menilai pernyataan Jokowi ini menunjukkan kekhawatiran yang jarang terlihat sebelumnya.
“Biasanya Jokowi santai, tapi sekarang terlihat jelas ia mulai waspada dengan isu ijazah dan pemakzulan Gibran,” kata Hensa, Kamis (17/7/2025)
Polemik Ijazah dan Upaya Hukum
Isu ijazah palsu Jokowi telah bergulir sejak lama, sering muncul menjelang pemilu. Setelah lengser, laporan ke polisi kembali bermunculan.
UGM sebagai almamater Jokowi telah membantah isu tersebut dan menegaskan keaslian ijazahnya. Namun, pernyataan kontroversial mantan Rektor UGM Sofian Effendi sempat memicu polemik sebelum akhirnya ditarik kembali.
Di sisi lain, isu pemakzulan Gibran terus bergulir setelah munculnya surat dari Forum Purnawirawan TNI yang meminta DPR/MPR memprosesnya karena dianggap cacat hukum.
Jokowi sendiri telah melaporkan sejumlah pihak terkait dugaan pencemaran nama baik atas kasus ijazah palsu tersebut.