Headlines

Miris di Hari Anak Nasional, 1 dari 7 Anak Indonesia Alami Cyberbullying

KemenPPPA: Perlindungan Digital Masih Minim!

JAKARTA, Newsantara.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengungkapkan bahwa 1 dari 7 anak di Indonesia pernah menjadi korban perundungan daring (cyberbullying).

Data ini terungkap dari Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, yang menunjukkan bahwa ancaman di dunia digital terhadap anak-anak kian mengkhawatirkan.

Ancaman Digital Lain yang Mengintai Anak

Selain cyberbullying, KemenPPPA mencatat risiko serius lainnya:

  • 4 dari 100 anak menjadi korban kekerasan seksual online.
  • 25% anak menerima pesan bermuatan seksual.
  • 50% anak pernah melihat konten pornografi di media sosial.

Yang lebih memprihatinkan, hanya 37% anak yang mendapatkan edukasi keamanan digital.

Anak Usia Dini Sudah Terpapar Gadget & Internet

Berdasarkan data BPS 2024:

  • 35% anak usia 1-5 tahun sudah menggunakan gadget dan internet.
  • 78% anak usia 5-6 tahun aktif memakai gadget.

Anak-anak menjelajahi dunia digital tanpa perlindungan cukup, bahkan sering tanpa pendampingan,” tegas Bintang.

Ajakan KemenPPPA untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

Menyambut Hari Anak Nasional 2025 dengan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045,” KemenPPPA mendorong orang tua, guru, dan pemangku kebijakan untuk:

  1. Aktif mendampingi anak saat beraktivitas online.
  2. Memberikan edukasi keamanan digital sejak dini.
  3. Memperkuat regulasi perlindungan anak di dunia maya.

Anak-anak adalah pengguna aktif teknologi, tapi belum tentu siap dengan risikonya. Kita harus hadir untuk mereka!” tegas Menteri PPPA.