Headlines

Titik Panas di Kalimantan Melonjak, Waspada Potensi Karhutla!

JAKARTA, Newsantara.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan signifikan titik panas (hotspot) di Indonesia, dengan Kalimantan sebagai wilayah terdampak tertinggi. Data terbaru per Minggu 27 Juli 2025 menunjukkan 143 titik panas terdeteksi di Kalimantan, 10 di antaranya berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar.

Sumatera menempati posisi kedua dengan 53 titik panas, termasuk 3 titik berisiko tinggi. Sementara itu, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua juga mencatat sejumlah hotspot, meski dominan dalam kategori rendah.

Guswanto, Deputi Meteorologi BMKG, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat mitigasi dini, terutama di Kalimantan dan Sumatera, guna mencegah bencana asap dan kerusakan ekologis. “Pemantauan satelit kami terus diperbarui untuk mendukung respons cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengancam akan memberikan sanksi kepada perusahaan pemegang konsesi yang lalai dalam mencegah karhutla. Pihaknya melalui Deputi Penegakan Hukum Lingkungan telah memproses pemberian sanksi administratif kepada sejumlah perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab mitigasi kebakaran di area konsesi mereka.

“Kami telah berdiskusi langsung dengan sejumlah perusahaan, seperti RAPP, Sinar Mas Group, dan PTPN IV Regional III untuk memastikan mereka membangun sekat kanal, menyediakan perlengkapan pemadam kebakaran, serta aktif melakukan patroli di lapangan,” jelas Hanif.