Satu Juta Warga Palestina Terancam Dipindahkan
TEL AVIV, Newsantara.co – Pemerintah Israel dikabarkan akan meluncurkan operasi militer baru di Gaza dalam rapat kabinet pada Kamis (7/8/2025). Rencana ini didukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan melibatkan pengerahan lima divisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Menurut Jerusalem Post, operasi ini akan berlangsung selama lima bulan dengan memindahkan sekitar satu juta warga Palestina dari Kota Gaza. Meski ditentang Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan keputusan ini wajib dijalankan.
Negosiasi Mandek, Hamas Dituding Tidak Kooperatif
Rencana ini muncul setelah negosiasi gencatan senjata Israel-Hamas mentok pekan lalu. AS dan Israel menarik tim perunding karena Hamas menolak proposal gencatan 60 hari dan pembebasan sandera bertahap.
Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza. “Kami fokus pada bantuan pangan senilai $60 juta untuk warga Gaza yang kelaparan,” ujarnya. Namun, ia menyerahkan keputusan operasi militer sepenuhnya kepada Israel.
Kondisi Gaza Semakin Kritis
Hamas baru merilis video sandera Israel yang kurus kering, menyalahkan blokade Israel. Data AP menyebut 59 sandera masih ditahan, dengan 35 di antaranya diduga tewas. Sejak Oktober 2023, 60% bangunan di Gaza hancur menurut Reuters.
Netanyahu berkeras soal ambil alih Gaza ini. “Kita harus bersatu, kalahkan Hamas, bebaskan sandera, dan pastikan Gaza tidak lagi mengancam Israel.” Keputusan resmi operasi militer diperkirakan keluar pekan ini.