JAKARTA, Newsantara.co — Bank Indonesia (BI) terus memperluas jangkauan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara global. Perluasan terbaru membidik China, dengan target implementasi penuh pada akhir 2025.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengonfirmasi bahwa uji coba terbatas (sandbox) bersama People’s Bank of China (PBoC) telah dimulai.
“Insya Allah, akhir tahun 2025 kita bisa implementasi QR Indonesia-China dua arah,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Perluasan ke China ini melanjutkan kesuksesan QRIS di kawasan Asia Tenggara. Hingga Juni 2025, total transaksi QRIS antarnegara dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand telah mencapai nilai fantastis, yakni Rp1,66 triliun. Malaysia memimpin dengan transaksi senilai Rp1,15 triliun, disusul Thailand Rp437,54 miliar, dan Singapura Rp77,06 miliar.
Tonggak sejarah juga tercapai pada peringatan HUT RI ke-80, di mana BI secara resmi meluncurkan QRIS di Jepang. Kini, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkunjung ke Jepang dapat melakukan pembayaran dengan memindai JPQR Global.
Peningkatan signifikan juga terjadi pada transaksi inbound. Data BI menunjukkan pemanfaatan QRIS oleh turis asing di destinasi wisata seperti Bali dan Yogyakarta melonjak hingga 35%.
Dengan perkembangan pesat ini, QRIS tidak hanya menguat sebagai standar pembayaran digital domestik tetapi juga semakin dikenal dan digunakan di panggung global.