JAKARTA, Newsantara.co – Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi internasional untuk proyek strategis nasional Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall. Tawaran kerja sama ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kepada sejumlah negara, mulai dari China, Korea Selatan, Jepang, hingga negara-negara Eropa.
Airlangga menegaskan, proyek Giant Sea Wall menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim.
“Proyek ini diharapkan menyelamatkan masyarakat pesisir dari perubahan cuaca ekstrem dan climate change,” ujar Airlangga usai menghadiri diskusi Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, pembangunan Giant Sea Wall akan dilakukan secara bertahap melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Beberapa fase akan ditawarkan kepada mitra asing, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Eropa.
Sebelumnya, Presiden Prabowo sempat membahas peluang kerja sama infrastruktur strategis dengan Presiden China Xi Jinping saat menghadiri peringatan 80 tahun Hari Kemenangan di Beijing, Selasa (3/9). Salah satu agenda utama dalam pembahasan tersebut adalah proyek Giant Sea Wall.
Proyek raksasa ini diperkirakan menelan biaya hingga 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,31 kuadriliun (kurs Rp16.430 per dolar AS).
Untuk mempercepat realisasi, pemerintah juga telah membentuk Badan Otorita Pengelola Pantura pada Senin (25/8/2025). Lembaga ini bertugas merancang, membangun, sekaligus mengelola tanggul laut utara Jawa demi melindungi jutaan warga pesisir dari risiko rob.